TEACHER AND POLITICAL ACTIVIST
HANYA USAHA DAN USAHA GURU DAN AKTIVIS POLITIK
Rabu, 25 Januari 2012
MELACAK TRANSFORMASI PEMUDA LEWAT TINDAKAN KECIL.
Senin, 12 Desember 2011
pemuda : sekitar pancasila??

ANDRES M GINTING
Dalam sejarah perjuangan Indonesia yang penuh darah dan nanah, betapa kita akan melihat bagaimana Negara ini didirikan semenjak awal kemunculan para pemuda atau digarisbawahi pergolakan pemikiran pemuda Indonesia, diakui atau tidak, sebagai pemuda saya kurang peduli apakah perlu atau tidak perlunya diakui tapi yg mesti saya ketahui adalah saya pemuda Indonesia sejak 1945. Pemuda itulah julukan bagi orang-orang yg mendedikasikan dirinya ke dalam sebuah pengabdian dan sering mengambil jalan kesunyian,. Pemuda juga sering marah “dengan keadaan yang kebijakannya meminjam bahasa pak prabowo :kita tidak boleh menjalankan kebijakan yang keliru. Alasannya gampang sebagai tonggak dari bangsa yang berdiri tahun 1945 pemuda menjadi bagian dari tidak terpisahkan, soekarno, hatta , sharer adalah contoh gambalang dari proses sejarah berdirnya republic ini yang pada akhirnya Negara ini memilih untuk menggunakan demokrasi model trias politica. Model yang popular saat itu dinegara-negara yang baru lair setelah perang dunia kedua. Itu juga usul dari pemuda,bayangkan saja jika pada saat ini pemuda memilih jalan Negara agama atau Negara komunis tidak akan terbayangkan betapa kacau bangsa ini yang dari awal sudah dikarunia tuhan yang maa esa beragam suku dan agama. Nah untuk menimbanginya mereka mereka yang terpilih dalam sidang PPKI akhirnya menetapkan sebuah demokrasi yang sama sekali berbeda dengan yang lain, pasti kamu tau? Yach barat menyebutkan demokrasi pancasila demokrasi yang memuat lima sila dasar bernegara, 5 dasar yang akan mengubah jalan cerita bangsa ini. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia , kerayatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadilan social social bagi seluruh rakyat Indonesia muncul seperti ayat yang keluar dari mulut penguasa jagat raya, dipatuhi dan ditetapkan abadi, walau kita tahu masa masa sulit menegakkan pancasila seperti beberapa pemberontakan walau akhir-akhir ini sebenarnya pemberontakan itu punya latar belakang yang berbeda, hanya sedikit pemeberontakan yang berusaha mengganti pancasila mayoritas diakibatkan ketidakdilan penegakan pancasila seperti kesejateraan yang tumpang tindih, barangkali anda sudah mengerti maksud saya,
Pemuda dulu bermetaformosis sekarang.
Tidak dapat terbayangkan ketika nanti suatu saat bangsa ini akan dipimpin oleh pemuda pemalas, pemuda yang mampu bekerja jika terdoping oleh miras, pemuda yang sudah terkontaminasi film-film mesum, yang hobi korupsi benci dengan kejujuran, mengganggap bawa semua itu sama, bukan sama derajatnya tapi sama korupnya, menghindari jalan jalan kebenaraan demi nafsu sementara, tepatnya gerombolan ini bangga disebut korps mesum korups. Kalaon dipikirkan lebi lama ini mirip tidak memanusiakn manusia sepeti yang dilakukan penjajah yan perna bercokol di nusantara (Indonesia sebelum 1945) , parapemudanya dijadikan kambing congek tenaga perahan yang siap di pekerjakan, lama –kelamaan mirip kebo dungu yang selalu dicambuk, beruntung ada beberapa pemuda yang bangkit melawan, mereka membaca dan melawan. Mereka bangun pagi dan pulang larut malam. Mereka pemuda yang mendedikaikan naywa dan hartanya untuk bangsa, semestinya anda harus tahu, jika tidak betapa kasiannya mereka tidak ada yang mengenangnya. Kita dasari bahwa zaman ini adalah yang serba sulit zaman dimana kekayaan adalah bagian utama dari proses cita-cita kehidupan. Kalau anda kurang percaya silakan melihat kasus-kasus yang terjadi selama ini, sebagai pemuda tentunya paham benar, beberapa staisun tv dan radio senang memberitakannya. Semua akar permasalahan selalu berujung kepada uang, uang seperti kekuasaan, uang seperti akar dari masalah bangsa ini, saya tidak bermaksud untuk meniadakan uang karena itu keniscayaan millennium ini namum alangkah baiknya jika oemuda lebih menekan keausan kreatif daripada hasil yang belum tentu memuaskan, ,di era kompetitif ini kita tidak mungkin mengikut kebiasaan burukn yang sama sekali tidak berguna pada dirimu sendiri apalagi bangsa.
Pancasila masikan tumbuh ?
Problem yang tak kalah asyik adalah pancasila, melihat masalah –masalah yang muncul d televise dan radio adaah kasus kasus yang sama sekali tidak menghormati kehadiran pancasila, saya rasa anda juga sering berpikir, kemana ketuhanan yang maha esa, kalo nyata-nyata departemen agama adalah wilayag paling korup (saya hanya mengutip), kemanusian adil dan beradab dimana leaknya jika didepan-sekitarnya kita nyata-nyata terjadi tindakan dari pemimpin yang tidak punya nurani,bermewah-mewahan bro, persatuan Indonesia dimanakah? Anda pasti tau papua-daerah yang pernah di perebutkan oleh Negara tua (belanda) dan Negara muda (INDONESIA), mereka saat ini sedang minta merdeka..! menghabisi sama perlawanan mereka sama aja mengakui eksistensi kepahlawanan pejuang-pejuang mereka kalo melihat pergorbanan dan sumbangsih kepada Indonesia, saya merinding membayangkannya. Sumbangsih mereka tidak NOL kawan...!!. kerakayatn yang dipimpin hitmak kebijaksanaan dalam permusyaratan dan perwakilan, saya Cuma tertawa ..haaahaha...pemilihan langsung saja berani KKN apalagi tidak. Sebagai orang awan saya merasa perlu membicarakan persoalan ini, sebenarnya majelis yang kita pilih itu nyadar atau tidak sih, kenapa mereka kejam sekali padahal mereka adalah reprensantif pilhan rakyat,? Barangkali pertanyaan ini hanya bisa dipikirkan ole para pemuda. Didalam makalah sarasehan nasional yang diadakan atas kerjasama UGM dan MK Beberapa waktu yg lalu bapak ketua mk mengatakan ada gejala menurunnya semangat nilai-nilai kebangsaan , termasuk mengendurnya pemahaman nilai-nilain pancasila , sudah miskin berdialog pancasila dalam kehidupan sehari hari. Hal ini diakui bawa bawa gejala ini melanda kampus-kampus , sekolah-sekolah seperti tersudutkan dalam arus zaman. Padahal penerapan pancasila harus menduinia didalam masyarakat Indonesia. Kita sudah jarang mendengar adanya kegiatan-kegiatan yang membahas kesaktian pancasila, kita lebih senang mendengar ayu ting-ting yang menurut saya cocok menjadi hymme rakyat..dimana?..dimana?..dimana?...dimana pancasila berada?? Yang parah muncul generasi generasi boy band, single atau apalah namanya (saya tidak menolaknya tetapi kalo sudah kebablasan ,) mau dibawah kemana bangsa ini?. Saya menyadari bahwa pragmatisme dan hedosnime sudah masuk kekalangan anak muda, senang-senang itu sangat baik dana memang diperlukan tetapi jika itu dijadikan patokan berkehidupan sejogyanya Negara kita bisa banting stir menjadi Negara goyang gayung, nah yang lebi parahnya ada pemuda yang sangat dan anti politik, seolah-olah politik isinya kekejaman pembohongan dan terliat seperti bidang yang haramm ingat kita tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan politik, mirian budiarjo jelas jelas mengatakan bawa “ hal ini berarti politik merupakan ilmu pengetahuan melulu. Arus selalu diingat bahwa politik sebagaian besar juga merupakan seni . tetapi dimana ilmu pengetahuan dan seni bertemu, disitula ada harapan bahwa keputusan kebijaksanaan akan bersifat benar , tepat, dan memandang kemuka (vooruitzien) sebab dalam soal kenegaraan suatu pemerintah yang baikharus mempunyai pandangan (vision) mengenai masa depan”. (dasar2ilmu politik, cet. I 1972:6.
Dan politik yang kita gunakan bersumber dari keluhuran dan kebijaksanaan pancasila, kembali lagi ke awal, ideology kita adalah pancasila ! , sudah saatnya pemuda bangkit untuk ikut serta membangun bangsa ini, partai ataupun organisasi kita jadikan sebagai alat pemersatu bangsa dan kita gunakan ilmu pengetahuan sebagai pisau analisis yang berkualitas, cerdas, kuat demi kemandirian pemuda menciptakan kemandirian bangsa. Bangsa ini butuh anda bukan pemuda asing. Negara yang rendah kekayaan pemuda akan rentan mati tergerus oleh kerasnya jaman .
Selasa, 25 Januari 2011
nurani

golongan pemuka agama adalah benteng terakhir kita untuk mereduksi kembali moral2 yg terkikis, maksud saya mereka punya hak moral ( yang menurut saya Adalah pemberitahuan dari tuhan) saya khawatir sekali..! jika benteng itu pun diabaikan , rusaklah negara ini, saya bukan apatis tapi saya percaya penuh apa yang dikatakan para pemuka lintas agama tersebut ( walau menurut saya agama adalah urusan masing2) kesantunan mereka adalah contoh nyata bahwa ajaran agama secara khusus tidak bisa disamaRATAKAN tetapi penganutnya bisa disamakan hak dan kewajibannya, dalam konteks ini : WARGA INDONESIA, artinya mereka bukan hanya tokoh agama tapi tokoh bersama, yach seperti yg saya katakan tadi, mereka RAKYAT INDONESIA..!
HIDUP RAKYAT, HANCURKAN PERUSUH, HANCURKAN SBY..!!
TEGAKKAN PANCASILA SEUTUHNYA..!!!

Puisi Perjuangan atas ketidakadilan dan rakyat yang tertindas. kumpulan puisi perjuangan karya Wiji Thukul ini terus terang membuat saya merinding dan bergetar. Kata-katanya mengalir dengan jelas dan lugas, tanpa perlu mnegernyitkan dahi untuk memahami puisinya. Kata-kata yang jujur tanpa polesan kosmetik dan terbebas dari teori-teori puitis. KITA harus semangat dan semakin sadar bahwa kita lakukan perlawanan terhadap penindasan intelektual
BUNGA DAN TEMBOK
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun
Rumah dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak
Kau kehendakiadanya
Engkau lebih suka membangun
Jalan raya dan pagar besi
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok itu
Tapi di tubuh tembok itu
Telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
Dengan keyakinan: engkau harus hancur!
Dalam keyakinan kami
Di manapun – tirani harus tumbang!!
solo '87-'88
PERINGATAN
jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa
kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar
bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam
apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!
solo, 1986
****
UCAPKAN KATA-KATAMU
jika kau tak sanggup lagi bertanya
kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan
mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu
terampas
au akan diperlakukan seperti batu
dibuang dipungut
atau dicabut seperti rumput
atau menganga
diisi apa saja menerima
tak bisa ambil bagian
jika kau tak berani lagi bertanya
kita akan jadi korban keputusan-keputusan
jangan kau penjarakan ucapanmu
jika kau menghamba kepada ketakutan
kita memperpanjang barisan perbudakan
****
KOTA INI MILIK KALIAN
di belakang gedung-gedung tinggi
kalian boleh tinggal
kalian bebas bangun sewaktu kalian mau
jika kedinginan karena gerimis atau hujan
kalian bisa mencari hangat
di sana ada restoran
kalian bisa tidur dekat kompor penggorengan
bakmi ayam dan *sensor**sensor**sensor**sensor* denting garpu dan sepatu mengkilap
di samping sedan-sedan dan mobil-mobil bikinan asli jepang
kalian bisa mandi kapan saja
sungai itu milik kalian
kalian bisa cuci badan dengan limbah-limbah industri
apa belum cukup terang benderang itu lampu merkuri taman
apa belum cukup nyaman tidur di bawah langit kawan
kota ini milik kalian
kecuali gedung-gedung tembok pagar besi itu jangan!
****
KUCING, IKAN ASIN DAN AKU
seekor kucing kurus menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat marah!
kuraih pisau
biar kubacok ia
biar mampus, ger
ia tak lari tapi mendongak
menatapku tajam
mendadak lunglai tanganku
aku melihat diriku sendiri!
lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan
****
PARA PENYAIR ADALAH PERTAPA AGUNG
kaum gelandangan yang mendengkur pulas
seperti huruf kanji kumal di emper-emper pertokoan cina
tak pernah terjamah tangan-tangan puisi kita
sebab tak mengandung nilai sastra
keadilan adalah duniawi
bukan tanah ladang puisi
korupsi jangan terusik oleh puisi
puisi cuma mencari jatidiri
****
DI DALAM DIRIKU ADA HUTAN
di dalam diriku ada hutan
di dalam hutan tumbuh duri dan buah-buahan
belukar dan jalan-jalan menyesatkan
di dalam gua gelap lahirlah b a b i
yang mirip wajahku
juga gajah dan kuda
ular-ular melata di dalam diriku
aku kadang mirip buaya yang membenamkan mata
tubuh dan juga hatiku sendiri ke dalam rawa-rawa
penuh nyamuk dan berdarah dan bau lumpur
****
PULANGLAH NANG
Pulanglah nang
Jangan dolanan sama si Kuncung
Si Kuncung memang nakal nanti bajumu kotor lagi
Disirami air selokan
Pulanglah nang
Nanti kamu menangis lagi
Jangan dolanan sama anaknya pak Kerto
Si Bejo memang mbeling
Kukunya hitam panjang-panjang
Kalau makan tidak cuci tangan
Nanti kamu ketularan cacingan
Pulanglah nang
Jangan dolanan sama anaknya mbok Sukiyem
Mbok Sukiyem memang keterlaluan
Si Slamet sudah besar tapi belum disekolahkan
****
SEORANG BURUH MASUK TOKO
masuk toko
yang pertama kurasa adalah cahaya
yang terang benderang
tak seperti jalan-jalan sempit
di kampungku yang gelap
sorot mata para penjaga
dan lampu-lampu yang mengitariku
seperti sengaja hendak menunjukkan
dari mana asalku
aku melihat kakiku – jari-jarinya bergerak
aku melihat sandal jepitku
aku menoleh ke kiri ke kanan – bau-bau harum
aku menatap betis-betis dan sepatu
bulu tubuhku berdiri merasakan desir
kipas angin
yang berputar-putar halus lembut
badanku makin mingkup
aku melihat barang-barang yang dipajang
aku menghitung-hitung
aku menghitung upahku
aku menghitung harga tenagaku
yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik
aku melihat harga-harga kebutuhan
di etalase
aku melihat bayanganku
makin letih
dan terus diisap
10 september 1991
****
BUKAN KATA BARU
ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak
sudah lama kita dihisap
bukan kata baru, bukan
kita dibayar murah
sudah lama, sudah lama
sudah lama kita saksikan
buruh mogok dia telpon kodim, pangdam
datang senjata sebataliyon
kita dibungkam
tapi tidak, tidak
dia belum hilang kapitalis
dia terus makan
tetes ya tetes tetes keringat kita
dia terus makan
sekarang rasakan kembali jantung
yang gelisah memukul-mukul marah
karena darah dan otak jalan
kapitalis
dia hidup
bahkan berhadap-hadapan
kau aku buruh mereka kapitalis
sama-sama hidup
bertarung
ya, bertarung
sama-sama?
tidak, tidak bisa
kita tidak bisa bersama-sama
sudah lama ya sejak mula
kau aku tahu
berapa harga lengan dan otot kau aku
kau tahu berapa upahmu
kau tahu
jika mesin-mesin berhenti
kau tahu berapa harga tenagamu
mogoklah
maka kau akan melihat
dunia mereka
jembatan ke dunia baru
dunia baru ya dunia baru.
tebet 9/5/1992
****
E D A N
sudah dengan cerita mursilah?
edan!
dia dituduh maling
karena mengumpulkan serpihan kain
dia sambung-sambung jadi mukena
untuk sembahyang
padahal mukena tak dibawa pulang
padahal mukena dia taroh
di tempat kerja
edan!
sudah diperas
dituduh maling pula
sudah dengan cerita santi?
edan!
karena istirahat gaji dipotong
edan!
karena main kartu
lima kawannya langsung dipecat majikan
padahal tak pakai wang
padahal pas waktu luang
edan!
kita mah bukan sekrup
Bandung 21 Mei 1992
****
LEUWIGAJAH
Leuwigajah berputar
dari pagi sampai pagi
jalan-jalan gemetar
debu-debu membumbung
dari knalpot kendaraan pengangkut
mesin-mesin terus membangunkan
buruh-buruh tak berkamar-mandi
tidur jejer berjejer alas tikar
tanpa jendela tanpa cahaya matahari
lantai dinding dingin lembab pengap
lidah-lidah penghuni rumah kontrak
terus menyemburkan cerita buruk:
lembur paksa sampai pagi – upah rendah
jari jempol putus – kecelakaan-kecelakaan
kencing dilarang – sakit ongkos sendiri
mogok? pecat!
seperti nyabuti bulu ketiak
tubuh-tubuh muda
terus mengalir ke Leuwigajah
seperti buah-buah disedot vitaminnya
mesin-mesin terus menggilas
memerah tenaga murah
satu kali dua puluh empat jam
masuk – absen – tombol ditekan
dan truk-truk pengangkut produksi
meluncur terus ke pasar
Leuwigajah tak mau berhenti
dari pagi sampai pagi
cerobong asap terus mengotori langit
limbah mengental selokan berwarna
Leuwigajah terus minta darah tenaga muda
Leuwigajah makin panas
berputar dan terus menguras
tenaga-tenaga murah
Bandung – Solo 21 Mei – 16 Juni
****
LEUWIGAJAH MASIH HAUS
leuwigajah tak mau berhenti
dari pagi sampai pagi
bis-bis-mobil pengangkut tenaga murah
bikin gemetar jalan-jalan
dan debu-debu tebal membumbung
mesin-mesin tak mau berhenti
membangunkan buruh tak berkamar-mandi
tanpa jendela tanpa cahaya matahari
jejer berjejer alas tikar
lantai dinding dingin lembab pengap
mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrak
terus bercerita buruk
lembur paksa sampai pagi
tubuh mengelupas-jari jempol putus – upah rendah
mogok – pecat
seperti nyabuti bulu ketiak
tubuh-tubuh muda
terus mengalis ke leuwigajah
seperti buah-buah disedot vitaminnya
mesin-mesin terus menggilas
memerah tenaga murah
satu kali duapuluhempat jam
masuk – absen – tombol ditekan
dan truk-truk pengangkut produksi
meluncur terus ke pasar
leuwigajah tak mau berhenti
dari pagi sampai pagi
asap crobong terus kotor
selokan air limbah berwarna
mesin-mesin tak mau berhenti
terus minta darah tenaga muda
leuwigajah makin panas
berputar dan terus menguras
Bandung 21 mei 1992
****
P E N Y A I R
jika tak ada mesin ketik
aku akan menulis dengan tangan
jika tak ada tinta hitam
aku akan menulis dengan arang
jika tak ada kertas
aku akan menulis pada dinding
jika aku menulis dilarang
aku akan menulis dengan
tetes darah!
sarang jagat teater
19 januari 1988
Kamis, 19 Agustus 2010
Faktanya Pendidikan Memang Tidak Mungkin Gratis
“Tulisan ini pernah saya posting di blog pribadi saya saat menjelang pemilu tahun lalu. saat gencar-gencarnya iklan program sekolah atau pendidikan gratis untuk mencari simpati. Saya ingin memuat ulang disini demi adik-adik siswa yang sekarang sedang bergulat dengan mental dan naskah ujian demi masa depannya.”
oleh : Kamaluddin Ramdhan
Sekolah mungkin saja bisa gratis, tapi pendidikan tidak mungkin gratis. Fakta membuktikan bahwa pendidikan memang membutuhkan biaya yang sangat besar jika ingin mendapatkan mutu pendidikan yang bagus. Menurut saya slogan yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah tentang pendidikan gratis atau sekolah gratis akan membawa dampak yang sangat tidak baik di masa depan. Logikanya, sekolah-sekolah gratis akan mendapatkan mutu pendidikan yang tidak bagus jika dibandingkan dengan sekolah dengan biaya mahal. Apakah ada sekolah dengan biaya mahal ? banyak.
Saya sering sekali mendengar wali murid, kakak murid, ayah murid atau siapa saja lah yang masih peduli dengan pendidikan mereka (si murid atau bahasa halusnya “si anak didik”). Mereka mengatakan; “sekolah gratis apanya, buku tambah mahal, seragam mahal, banyak biaya ini itu dari sekolah. Kalau dipikir-pikir kok tambah banyak mengeluarkan biaya daripada sekolah yang tidak gratis dahulu”. Dalam hati saya terbersit pertanyaan, “dahulu ? bukankah dahulu saya juga pernah sekolah dan tidak gratis ?”. Masih ingat dengan samar-samar dahulu kala memang sekolah dengan membayar SPP, keluhan yang diutarakan para orang tua atau wali murid sama dengan keluhan yang disampaikan mereka sekarang khususnya orang-orang dengan ekonomi lemah.
Tapi, kawan ! dahulu ekonomi bangsa ini masih sedikit lebih baik dari sekarang. Ketahuilah, dahulu saya ke sekolah membawa uang 25 perak sudah dapat membeli kerupuk lima buah, minum cincau satu gelas plus masih bisa mendapatkan kembalian 10 rupiah untuk membeli bubur kacang ijo satu mangkuk. Betapa murahnya biaya hidup pada waktu itu. Jaman sudah global, nilai tukar rupiah atas negara lain menjadi tolok ukur terhadap mapan tidaknya suatu negara. Artinya, dengan mengiming-imingi sekolah gratis pada saat sekarang ini, pemerintah seperti mengatakan, “Negara kita saat ini sedang mengalami “paceklik”. Kalian para orang tua tidak akan bisa membayar SPP anak-anakmu. Jika ingin menyekolahkan mereka, maka saya beri program sekolah gratis agar mereka tetap bisa sekolah, tapi harus ada imbalannya, yaitu pajak harus dinaikkan, para pemilik usaha, baik kecil, menengah dan besar harus tetap membayar pajak dengan proporsi yang sama”.
Dampaknya adalah komersialisi pendidikan dan mutu pendidikan yang menurun. Pendidikan menjadi ajang mencari uang bagi pihak tertentu yang menganggap bahwa dunia pendidikan adalah lahan yang sangat menggiurkan untuk mencari uang, toh memang pendidikan tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Masalah pendidikan memang bukan hanya tentang membayar SPP. Pendidikan bisa saja murah dengan kualitas memadai. Memadai dalam arti sesuai dengan kebutuhan lingkungan dimana para anak didik ini akan diarahkan nantinya. Toh tokoh cerita “laskar pelangi” tetap bisa melanjutkan pendidikan sampai ke perancis dan mendapatkan dua beasiswa bergengsi, padahal ketika sekolah dulu hanya memakai pakaian seadanya dan berasal dari kampung. Disini saya ingin mengatakan, pendidikan mahal karena kita ingin mengejar sesuatu yang belum jelas arahnya. Apakah itu ? silahkan dicari sendiri.
Pendidikan adalah masa depan, maka tidak layak mereka se-enaknya dijadikan tempat pembuangan ide “tidak cerdas” dan upaya (sengaja atau tidak) berupa “pembodohan” massal dari kaum elit, berupa iming-iming sekolah gratis. Kita kadang terlalu terobsesi dengan negara-negara lain yang sudah mapan memberikan program pendidikan murah (saya tidak mengatakan gratis) tanpa melalui proses penelitian dan research yang mendalam dan rumit. Begitu mudahnya memutuskan kebijakan terhadap negara sebesar ini hanya berpatokan dari contoh negara lain, atau dalam bahasa yang saya pahami “mengadopsi kebijakan”.
Kita seperti digenjot dan dipaksa untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang sudah lebih baik keadaannya dengan cara memaksa nilai hasil dari proses belajar dengan standar tinggi. Tetapi kata “mengejar ketertinggalan” itu sebenarnya barang basi yang tidak lagi harus dipakai untuk jaman sekarang. Karena pemakaian kata mengejar ketertinggalan berarti ingin menjadi seperti mereka, padahal anugerah yang diberikan Tuhan untuk bangsa kita berbeda dengan mereka. Jaman sudah berubah, jatidiri bangsa lah yang lebih berharga untuk dicari daripada sekedar menggunakan kata “mengejar ketertinggalan”.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui jatidirinya, untuk apa kita diberi tanah yang luas dan air yang melimpah, jika tidak bisa mengelola sendiri dengan baik. Kita kebetulan dilahirkan bukan menjadi bangsa kolonial seperti eropa, atau menjadi bangsa pendatang seperti Amerika dan Australia. Hidup sudah lebih dari cukup dengan hanya memanfaatkan sumber alam di negeri sendiri. Artinya pendidikan tidak harus mahal, tetapi tidak mungkin juga gratis asal sesuai dengan tujuan dari pencapaian pendidikan baik di daerah maupun di pusat. Standar nilai dari kondisi pedesaan tidak bisa disamakan standarnya dengan kondisi perkotaan. Sebab kebutuhannya jauh berbeda. sumber
| Reaksi: |
Senin, 02 Agustus 2010
salah satu makalah yang menarik
Oleh Drs. Rohanda, Msi
Disampaikan dalama rangka seminar sehari Ikatan Pustakawan Indonesia
Pustakawan dan Guru
Tanggal 16 September 2000
Pendahuluan
Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.
Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.
Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?
Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :
Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.
Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.
Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.
Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.
Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.
FUNGSI PERPUSTAKAAN
Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.
Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.
Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.
Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :
a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.
b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri
c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah
d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri
e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka
f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional
g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.
h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah
j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden
Fungsi Perpustakaan Daerah
Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :
mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.
melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah
melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka
melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka
melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah
melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori
melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)
melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah
melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah
melaksanakan urusan ketatausahaan
Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling
Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :
menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi
memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi
mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat
Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.
Fungsi Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :
Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah
Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.
Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)
Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.
ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen
Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).
Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:
Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)
Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)
Unsur pelaksana yang terdiri atas:
Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka
Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)
Petugas penyuluhan/pemasyarakatan
Petugas penelitian dan pengembangan
Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)
Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).
Aspek Ketenagaan
Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta
IV.PENUTUP
Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.
Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)
Daftar Pustaka
MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993
MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997
----------------------------------. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993
SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993
Kamis, 29 Juli 2010
ARTIKEL KOPERASI
Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki dasar konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa ?Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan?. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah Koperasi.
Tafsiran itu sering pula dikemukakan oleh Mohammad Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Pada Penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan, bahwa sistem ekonomi Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi, di mana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai Koperasi.Dalam wacana sistem ekonomi dunia, Koperasi disebut juga sebagai the third way, atau ?jalan ketiga?, istilah yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens, yaitu sebagai ?jalan tengah? antara kapitalisme dan sosialisme.
Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Ia mendirikan Koperasi kredit dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. R. Aria Wiriatmadja atau Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu pengembangannya oleh pejabat Belanda dan akhirnya menjadi program resmi pemerintah. Seorang pejabat pemerintah Belanda, yang kemudian menjadi sarjana ekonomi, Booke, juga menaruh perhatian terhadap Koperasi. Atas dasar tesisnya, tentang dualisme sosial budaya masyarakat Indonesia antara sektor modern dan sektor tradisional, ia berkesimpulan bahwa sistem usaha Koperasi lebih cocok bagi kaum pribumi daripada bentuk badan-badan usaha kapitalis. Pandangan ini agaknya disetujui oleh pemerintah Hindia Belanda sehingga pemerintah kolonial itu mengadopsi kebijakan pembinaan Koperasi.Meski Koperasi tersebut berkembang pesat hingga tahun 1933-an, pemerintah Kolonial Belanda khawatir Koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, namun Koperasi menjamur kembali hingga pada masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan. Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan Koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi sebelumnya. Ketertarikannya kepada sistem Koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an.
Walaupun ia sering mengaitkan Koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara ?Koperasi sosial? yang berdasarkan asas gotong royong, dengan ?Koperasi ekonomi? yang berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif.Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar.
Karena itu Koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota Koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan cara itulah sistem Koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri.
Dewasa ini, di dunia ada dua macam model Koperasi. Pertama, adalah Koperasi yang dibina oleh pemerintah dalam kerangka sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasi yang dibiarkan berkembang di pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Jika badan usaha milik negara merupakan usaha skala besar, maka Koperasi mewadahi usaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam Koperasi menjadi badan usaha skala besar juga. Di negara-negara kapitalis, baik di Eropa Barat, Amerika Utara dan Australia, Koperasi juga menjadi wadah usaha kecil dan konsumen berpendapatan rendah.
Di Jepang, Koperasi telah menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian.Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya tiga macam Koperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah Koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah Koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal. Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industri kecil dan Koperasi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil.
Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa Koperasi itu identik dengan usaha skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota Koperasi primer maupun anggota Koperasi sekunder. Contohnya adalah industri tekstil yang dibangun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan berbagai Koperasi batik primer.Karena kedudukannya yang cukup kuat dalam konstitusi, maka tidak sebuah pemerintahpun berani meninggalkan kebijakan dan program pembinaan Koperasi.
Semua partai politik, dari dulu hingga kini, dari Masyumi hingga PKI, mencantumkan Koperasi sebagai program utama. Hanya saja kantor menteri negara dan departemen Koperasi baru lahir di masa Orde Baru pada akhir dasarwarsa 1970-an. Karena itu, gagasan sekarang untuk menghapuskan departemen Koperasi dan pembinaan usaha kecil dan menengah, bukan hal yang mengejutkan, karena sebelum Orde Baru tidak dikenal kantor menteri negara atau departemen Koperasi. Bahkan, kabinet-kabinet yang dipimpin oleh Bung Hatta sendiri pun tidak ada departemen atau menteri negara yang khusus membina Koperasi.
