
ANDRES M GINTING
Dalam sejarah perjuangan Indonesia yang penuh darah dan nanah, betapa kita akan melihat bagaimana Negara ini didirikan semenjak awal kemunculan para pemuda atau digarisbawahi pergolakan pemikiran pemuda Indonesia, diakui atau tidak, sebagai pemuda saya kurang peduli apakah perlu atau tidak perlunya diakui tapi yg mesti saya ketahui adalah saya pemuda Indonesia sejak 1945. Pemuda itulah julukan bagi orang-orang yg mendedikasikan dirinya ke dalam sebuah pengabdian dan sering mengambil jalan kesunyian,. Pemuda juga sering marah “dengan keadaan yang kebijakannya meminjam bahasa pak prabowo :kita tidak boleh menjalankan kebijakan yang keliru. Alasannya gampang sebagai tonggak dari bangsa yang berdiri tahun 1945 pemuda menjadi bagian dari tidak terpisahkan, soekarno, hatta , sharer adalah contoh gambalang dari proses sejarah berdirnya republic ini yang pada akhirnya Negara ini memilih untuk menggunakan demokrasi model trias politica. Model yang popular saat itu dinegara-negara yang baru lair setelah perang dunia kedua. Itu juga usul dari pemuda,bayangkan saja jika pada saat ini pemuda memilih jalan Negara agama atau Negara komunis tidak akan terbayangkan betapa kacau bangsa ini yang dari awal sudah dikarunia tuhan yang maa esa beragam suku dan agama. Nah untuk menimbanginya mereka mereka yang terpilih dalam sidang PPKI akhirnya menetapkan sebuah demokrasi yang sama sekali berbeda dengan yang lain, pasti kamu tau? Yach barat menyebutkan demokrasi pancasila demokrasi yang memuat lima sila dasar bernegara, 5 dasar yang akan mengubah jalan cerita bangsa ini. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia , kerayatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadilan social social bagi seluruh rakyat Indonesia muncul seperti ayat yang keluar dari mulut penguasa jagat raya, dipatuhi dan ditetapkan abadi, walau kita tahu masa masa sulit menegakkan pancasila seperti beberapa pemberontakan walau akhir-akhir ini sebenarnya pemberontakan itu punya latar belakang yang berbeda, hanya sedikit pemeberontakan yang berusaha mengganti pancasila mayoritas diakibatkan ketidakdilan penegakan pancasila seperti kesejateraan yang tumpang tindih, barangkali anda sudah mengerti maksud saya,
Pemuda dulu bermetaformosis sekarang.
Tidak dapat terbayangkan ketika nanti suatu saat bangsa ini akan dipimpin oleh pemuda pemalas, pemuda yang mampu bekerja jika terdoping oleh miras, pemuda yang sudah terkontaminasi film-film mesum, yang hobi korupsi benci dengan kejujuran, mengganggap bawa semua itu sama, bukan sama derajatnya tapi sama korupnya, menghindari jalan jalan kebenaraan demi nafsu sementara, tepatnya gerombolan ini bangga disebut korps mesum korups. Kalaon dipikirkan lebi lama ini mirip tidak memanusiakn manusia sepeti yang dilakukan penjajah yan perna bercokol di nusantara (Indonesia sebelum 1945) , parapemudanya dijadikan kambing congek tenaga perahan yang siap di pekerjakan, lama –kelamaan mirip kebo dungu yang selalu dicambuk, beruntung ada beberapa pemuda yang bangkit melawan, mereka membaca dan melawan. Mereka bangun pagi dan pulang larut malam. Mereka pemuda yang mendedikaikan naywa dan hartanya untuk bangsa, semestinya anda harus tahu, jika tidak betapa kasiannya mereka tidak ada yang mengenangnya. Kita dasari bahwa zaman ini adalah yang serba sulit zaman dimana kekayaan adalah bagian utama dari proses cita-cita kehidupan. Kalau anda kurang percaya silakan melihat kasus-kasus yang terjadi selama ini, sebagai pemuda tentunya paham benar, beberapa staisun tv dan radio senang memberitakannya. Semua akar permasalahan selalu berujung kepada uang, uang seperti kekuasaan, uang seperti akar dari masalah bangsa ini, saya tidak bermaksud untuk meniadakan uang karena itu keniscayaan millennium ini namum alangkah baiknya jika oemuda lebih menekan keausan kreatif daripada hasil yang belum tentu memuaskan, ,di era kompetitif ini kita tidak mungkin mengikut kebiasaan burukn yang sama sekali tidak berguna pada dirimu sendiri apalagi bangsa.
Pancasila masikan tumbuh ?
Problem yang tak kalah asyik adalah pancasila, melihat masalah –masalah yang muncul d televise dan radio adaah kasus kasus yang sama sekali tidak menghormati kehadiran pancasila, saya rasa anda juga sering berpikir, kemana ketuhanan yang maha esa, kalo nyata-nyata departemen agama adalah wilayag paling korup (saya hanya mengutip), kemanusian adil dan beradab dimana leaknya jika didepan-sekitarnya kita nyata-nyata terjadi tindakan dari pemimpin yang tidak punya nurani,bermewah-mewahan bro, persatuan Indonesia dimanakah? Anda pasti tau papua-daerah yang pernah di perebutkan oleh Negara tua (belanda) dan Negara muda (INDONESIA), mereka saat ini sedang minta merdeka..! menghabisi sama perlawanan mereka sama aja mengakui eksistensi kepahlawanan pejuang-pejuang mereka kalo melihat pergorbanan dan sumbangsih kepada Indonesia, saya merinding membayangkannya. Sumbangsih mereka tidak NOL kawan...!!. kerakayatn yang dipimpin hitmak kebijaksanaan dalam permusyaratan dan perwakilan, saya Cuma tertawa ..haaahaha...pemilihan langsung saja berani KKN apalagi tidak. Sebagai orang awan saya merasa perlu membicarakan persoalan ini, sebenarnya majelis yang kita pilih itu nyadar atau tidak sih, kenapa mereka kejam sekali padahal mereka adalah reprensantif pilhan rakyat,? Barangkali pertanyaan ini hanya bisa dipikirkan ole para pemuda. Didalam makalah sarasehan nasional yang diadakan atas kerjasama UGM dan MK Beberapa waktu yg lalu bapak ketua mk mengatakan ada gejala menurunnya semangat nilai-nilai kebangsaan , termasuk mengendurnya pemahaman nilai-nilain pancasila , sudah miskin berdialog pancasila dalam kehidupan sehari hari. Hal ini diakui bawa bawa gejala ini melanda kampus-kampus , sekolah-sekolah seperti tersudutkan dalam arus zaman. Padahal penerapan pancasila harus menduinia didalam masyarakat Indonesia. Kita sudah jarang mendengar adanya kegiatan-kegiatan yang membahas kesaktian pancasila, kita lebih senang mendengar ayu ting-ting yang menurut saya cocok menjadi hymme rakyat..dimana?..dimana?..dimana?...dimana pancasila berada?? Yang parah muncul generasi generasi boy band, single atau apalah namanya (saya tidak menolaknya tetapi kalo sudah kebablasan ,) mau dibawah kemana bangsa ini?. Saya menyadari bahwa pragmatisme dan hedosnime sudah masuk kekalangan anak muda, senang-senang itu sangat baik dana memang diperlukan tetapi jika itu dijadikan patokan berkehidupan sejogyanya Negara kita bisa banting stir menjadi Negara goyang gayung, nah yang lebi parahnya ada pemuda yang sangat dan anti politik, seolah-olah politik isinya kekejaman pembohongan dan terliat seperti bidang yang haramm ingat kita tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan politik, mirian budiarjo jelas jelas mengatakan bawa “ hal ini berarti politik merupakan ilmu pengetahuan melulu. Arus selalu diingat bahwa politik sebagaian besar juga merupakan seni . tetapi dimana ilmu pengetahuan dan seni bertemu, disitula ada harapan bahwa keputusan kebijaksanaan akan bersifat benar , tepat, dan memandang kemuka (vooruitzien) sebab dalam soal kenegaraan suatu pemerintah yang baikharus mempunyai pandangan (vision) mengenai masa depan”. (dasar2ilmu politik, cet. I 1972:6.
Dan politik yang kita gunakan bersumber dari keluhuran dan kebijaksanaan pancasila, kembali lagi ke awal, ideology kita adalah pancasila ! , sudah saatnya pemuda bangkit untuk ikut serta membangun bangsa ini, partai ataupun organisasi kita jadikan sebagai alat pemersatu bangsa dan kita gunakan ilmu pengetahuan sebagai pisau analisis yang berkualitas, cerdas, kuat demi kemandirian pemuda menciptakan kemandirian bangsa. Bangsa ini butuh anda bukan pemuda asing. Negara yang rendah kekayaan pemuda akan rentan mati tergerus oleh kerasnya jaman .
0 komentar:
Poskan Komentar