MELACAK TRANSFORMASI PEMUDA LEWAT TINDAKAN KECIL.
Andres m ginting*
bapak prof.djoko suryo mengatakan bahwa manusia dalam kehidupan sehari harinya memilik tiga kehidupan , yaitu satu berada didalam kehidupan yang sedang dikerjakan , satu berada didalam kehidupan yang telah dikerjakan , dan terakhir didalam kehidupan yang akan dikerjakan. Kita semua memiliki tiga hal tersebut, misalnya sebagai contoh, saat ini saya menulis, kemudian saya sudah membaca karangan pak djoko selanjutnya saya akan menerapkankan tulisan saya. Intinya adalah beberapa dari kita pasti akan mengalami ketiga hal tersebut terlepas dari siapa anda, kemana anda, apa anda, bagaimana anda, kita mesti percaya.
MASIH MUDA
Tingkat kualitas pemuda sering ditentukan bagaimana kuatnya sistem dan metode pembinaan pada suatu bangsa. Secara jujur saya ingin mengatakan bahwa kepemudaan saya sendiri sering tidak mampu menjawab tantangan globalisasi yang tengah melanda negeri ini. Lihat disekeliling kita..! begitu banyak pemuda yang seharusnya berada didalam bangku sekolah atau katakan perkuliahan lebih senang untuk menjalani kehidupan seolah-seolah pendidikan yang terakhir dijalani tidak mampu memberikan pengetahuan ideal , masihkan lulusan sma bingung mau kemana? Sulitkan mengurus anak-anak bangsa yang sudah melewati program pemerintah wajib belajar 9 tahun, kita harus jujur bahwa tidak semua pemuda punya kesempatan untuk berkehidupan sejahtera karena pemuda yang sekarang berani tampil dan maju ke dalam arena kompetisi pada dasarnya mengikuti kehidupan keluarga. Biasanya jika keluarganya sejatera maka pemuda tersebut sejahtera walaupun terkadang ada juga pemuda yang super hero mampu bangkit tanpa orang tua, tapi sayangnya itu jarang terdengar , mendekati mustahil, Saya hanya beropini mohon maaf jika salah. tentunya itu akan sangat sulit dilakukan tanpa kerja-kerja usaha kita, kalaupun terjadi itu masih tingkat yang amat kecil. Misalpun mereka tidak terurus oleh negara semestinya seluruh element berani mengambil resiko untuk memperdayaan pemuda supaya produktif, kita tidak usah malu malu untuk belajar dari hitler seorang pangeran perang dari jerman yang begitu kokoh dan semangat mengurus para pemudanya untuk dijadikan sebagai pelindung negara , pembaharu negara walaupun cara, metode dan gerakannya agak nyeleneh dan dikutuk. Hampir seluruh lapisan masyarakat diberdayagunakan demi kejayaan negara, dalam hal ini kita harus membatasinya lagi lagi kita belajar hal hal yang baik yang berada dalam hitler. Kita tidak usah takut dengan kehadiran fasis , kita tidak usah takut, bukankah kita memiliki pancasila sebagai ideologi. Yach pancasila. Bayangkan jika pancasila meresap direlung setiap pemuda indonesia tidak akan terbayangkan betapa luar biasanya negara ini akan terbang menuju gerbang kemerdekaan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari tipu daya penjajah, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari pengusuran dan tidak bakal terjadi konflik-konflik horizontal-vertikal seperti sekarang dimana seperti terdengar di stasiun-stasiun televisi dan media lainnya , masyarakat menjadi pemarah. Tidak lagi ramah. Senang dengan kekerarasa, meminjam kata kata spongebob “ ..mereka hanya korban dari masyarakat yang menyukai jalan kekerasan. Benarkah?
JAWABAN SEMENTARA, KITA PERLU BERBUAT
Sejarah sudah membuktikan bahwa keberadaan pemuda sangat penting untuk menjalankan roda negara. Pemuda tidak boleh menjadi beban bagi dirinya orang tua mampn bangsanya. Merupakan kenyataan bahwa bangsa ini memilik hutang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, perhatikan lewat literatur-literatur sejarah bagaimana bangsa ini dijajah hampir 3,5 abab (walaupun kontroversi ) lalu siapakah yang berusaha memerdekakannya , siapa lagi kalo bukan pemuda , lihat Sharir, lihat Hatta, lihat Soekarno, lihat para pahlawan kita hampir seluruhnya adalah pemuda yang memiliki cita cita yang luhur untuk merdeka . mereka beraksi dan bekerja lewaT bidangnya masing-masing seperti kisah kisah gerombolan hamas yg berusaha berjuang untuk kemerdekaan palestina , ternyata pasukan tidak hanya terdiri prajurit rekrutan tapi juga ada guru, dokter, Insinyur bahkan ilmuwan-ilmuan semua bekerja untuk meraih kemerdekan. Coba kamu KE INDONESIA ! kaitkan dengan kemampuan mu sendiri yang bisa disumbangkan kepada negara, bayangkan bagaimana negara kita ini akan menjadi negara indonesia RAYA yang benar-benar raya , hiduplah rakyat hiduplah bangsanya..!!!
Jadikan aku kembali diri sendiri, agak berat tapi pasti
Patrick “akan kulakukan

0 komentar:
Poskan Komentar