<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381</id><updated>2012-01-25T05:24:27.550-08:00</updated><category term='biaya sekolah'/><category term='pendidikan'/><category term='sekolah gratis'/><title type='text'>TEACHER AND POLITICAL  ACTIVIST</title><subtitle type='html'>HANYA USAHA DAN USAHA 
GURU DAN AKTIVIS POLITIK</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-3056769597177423131</id><published>2012-01-25T05:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T05:05:31.521-08:00</updated><title type='text'>MELACAK TRANSFORMASI PEMUDA LEWAT TINDAKAN KECIL.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-bJH6wQX5P0M/Tx_-DmV6ilI/AAAAAAAAAJY/YzKtSfFMGlc/s1600/Pemuda+Indonesia%252C+Awal+dan+Ujung+Tombak+Keberhasilan+Bangsa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-bJH6wQX5P0M/Tx_-DmV6ilI/AAAAAAAAAJY/YzKtSfFMGlc/s1600/Pemuda+Indonesia%252C+Awal+dan+Ujung+Tombak+Keberhasilan+Bangsa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;MELACAK TRANSFORMASI PEMUDA LEWAT TINDAKAN KECIL.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Andres m ginting*&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;bapak prof.djoko suryo mengatakan bahwa &lt;span&gt; &lt;/span&gt;manusia  dalam kehidupan sehari harinya memilik tiga kehidupan , yaitu satu  berada didalam kehidupan yang sedang dikerjakan , satu berada didalam  kehidupan yang telah dikerjakan , dan terakhir didalam kehidupan yang  akan dikerjakan. Kita semua memiliki tiga hal tersebut, misalnya sebagai  contoh, saat ini saya menulis, kemudian saya sudah membaca karangan pak  djoko selanjutnya saya akan menerapkankan tulisan saya. Intinya adalah  beberapa dari kita pasti akan mengalami ketiga hal tersebut terlepas  dari siapa anda, kemana anda, apa anda, bagaimana anda, kita mesti  percaya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;strong&gt;MASIH MUDA &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tingkat kualitas pemuda sering ditentukan bagaimana kuatnya sistem dan metode pembinaan pada suatu bangsa.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Secara  jujur saya ingin mengatakan bahwa kepemudaan saya sendiri sering tidak  mampu menjawab tantangan globalisasi yang tengah melanda negeri ini.  Lihat disekeliling kita..! begitu banyak pemuda yang seharusnya berada  didalam bangku sekolah atau katakan perkuliahan lebih senang untuk  menjalani kehidupan seolah-seolah pendidikan yang terakhir dijalani  tidak mampu memberikan pengetahuan ideal , masihkan lulusan sma bingung  mau kemana? Sulitkan mengurus anak-anak bangsa yang sudah melewati  program pemerintah wajib belajar 9 tahun, kita harus jujur bahwa tidak  semua pemuda punya kesempatan untuk berkehidupan sejahtera karena pemuda  yang sekarang berani tampil dan maju ke dalam arena kompetisi pada  dasarnya mengikuti kehidupan keluarga. Biasanya jika keluarganya  sejatera maka pemuda tersebut sejahtera walaupun terkadang ada juga  pemuda yang super hero mampu bangkit tanpa orang tua, tapi sayangnya itu  jarang terdengar , mendekati mustahil, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Saya hanya beropini mohon maaf jika salah.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tentunya  itu akan sangat sulit dilakukan tanpa kerja-kerja usaha kita, kalaupun  terjadi itu masih tingkat yang amat kecil. Misalpun mereka tidak terurus  oleh negara semestinya seluruh element berani mengambil resiko untuk  memperdayaan pemuda supaya produktif, kita tidak usah malu malu untuk  belajar dari hitler seorang pangeran perang dari jerman yang begitu  kokoh dan semangat mengurus para pemudanya untuk dijadikan sebagai  pelindung negara , pembaharu negara walaupun cara, metode dan gerakannya  agak nyeleneh dan dikutuk.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Hampir seluruh lapisan masyarakat diberdayagunakan demi kejayaan negara, dalam hal ini kita harus membatasinya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;lagi lagi kita belajar hal hal yang baik yang berada dalam hitler. Kita &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak  usah takut dengan kehadiran fasis , kita tidak usah takut, bukankah  kita memiliki pancasila sebagai ideologi. Yach pancasila. Bayangkan jika  pancasila meresap direlung setiap pemuda indonesia tidak akan  terbayangkan betapa luar biasanya negara ini akan terbang menuju gerbang  kemerdekaan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari tipu daya penjajah,  merdeka dari kemiskinan, merdeka dari pengusuran dan tidak bakal terjadi  konflik-konflik horizontal-vertikal seperti sekarang dimana seperti  terdengar di stasiun-stasiun televisi dan media lainnya , masyarakat  menjadi pemarah. Tidak lagi ramah. Senang dengan kekerarasa, meminjam  kata kata spongebob “ ..mereka hanya korban dari masyarakat yang  menyukai jalan kekerasan. Benarkah?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;strong&gt;JAWABAN SEMENTARA, KITA PERLU BERBUAT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sejarah  sudah membuktikan bahwa keberadaan pemuda sangat penting untuk  menjalankan roda negara. Pemuda tidak boleh menjadi beban bagi dirinya  orang tua mampn bangsanya. Merupakan kenyataan bahwa bangsa ini memilik  hutang terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, perhatikan lewat  literatur-literatur sejarah bagaimana bangsa ini dijajah hampir 3,5 abab  (walaupun kontroversi ) lalu siapakah yang berusaha memerdekakannya ,  siapa lagi kalo bukan pemuda , lihat Sharir, lihat Hatta, lihat  Soekarno, lihat para pahlawan kita hampir seluruhnya adalah pemuda yang  memiliki cita cita yang luhur untuk merdeka . mereka beraksi dan bekerja  lewaT bidangnya masing-masing seperti kisah kisah gerombolan hamas yg  berusaha berjuang untuk kemerdekaan palestina , ternyata pasukan tidak  hanya terdiri prajurit rekrutan tapi juga ada guru, dokter, Insinyur  bahkan ilmuwan-ilmuan semua bekerja untuk meraih kemerdekan. Coba kamu  KE INDONESIA ! kaitkan dengan kemampuan mu sendiri yang bisa  disumbangkan kepada negara, bayangkan bagaimana negara kita ini akan  menjadi negara indonesia RAYA yang benar-benar raya , hiduplah rakyat  hiduplah bangsanya..!!!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Jadikan aku kembali diri sendiri, agak berat tapi pasti&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Patrick&lt;span&gt; &lt;/span&gt;“akan kulakukan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-3056769597177423131?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/3056769597177423131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2012/01/melacak-transformasi-pemuda-lewat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/3056769597177423131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/3056769597177423131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2012/01/melacak-transformasi-pemuda-lewat.html' title='MELACAK TRANSFORMASI PEMUDA LEWAT TINDAKAN KECIL.'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bJH6wQX5P0M/Tx_-DmV6ilI/AAAAAAAAAJY/YzKtSfFMGlc/s72-c/Pemuda+Indonesia%252C+Awal+dan+Ujung+Tombak+Keberhasilan+Bangsa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Sumatera, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.589724 101.34310579999999</georss:point><georss:box>-6.3904525 95.8957028 5.2110045 106.79050879999998</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-8583553454318593575</id><published>2011-12-12T05:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T05:58:37.863-08:00</updated><title type='text'>pemuda : sekitar pancasila??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-DAXPnuKzlvc/TuYIe47L9TI/AAAAAAAAAH4/6JuFshZdphY/s1600/garuda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-DAXPnuKzlvc/TuYIe47L9TI/AAAAAAAAAH4/6JuFshZdphY/s320/garuda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685240906371560754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;ANDRES M GINTING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Dalam sejarah perjuangan Indonesia yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;penuh darah dan nanah, betapa kita akan melihat bagaimana Negara ini didirikan semenjak awal kemunculan para pemuda atau digarisbawahi pergolakan pemikiran pemuda Indonesia, diakui atau tidak, sebagai pemuda saya kurang peduli apakah perlu atau tidak perlunya diakui tapi yg mesti saya ketahui adalah saya pemuda Indonesia sejak 1945. Pemuda itulah julukan bagi orang-orang yg mendedikasikan dirinya ke dalam sebuah pengabdian dan sering mengambil jalan kesunyian,. Pemuda juga sering marah “dengan keadaan yang kebijakannya meminjam bahasa pak prabowo :kita tidak boleh menjalankan kebijakan yang keliru. Alasannya gampang sebagai tonggak dari bangsa yang berdiri tahun 1945 pemuda menjadi bagian dari tidak terpisahkan, soekarno, hatta , sharer adalah contoh gambalang dari proses sejarah berdirnya republic ini yang pada akhirnya Negara ini memilih untuk menggunakan demokrasi model trias politica. Model yang popular saat itu dinegara-negara yang baru lair setelah&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;perang dunia kedua. Itu juga usul dari pemuda,bayangkan saja jika pada saat ini pemuda memilih jalan Negara agama atau Negara komunis tidak akan terbayangkan betapa kacau bangsa ini yang dari awal sudah dikarunia tuhan yang maa esa beragam suku dan agama. Nah untuk menimbanginya mereka mereka yang terpilih dalam sidang PPKI akhirnya menetapkan sebuah demokrasi yang sama sekali berbeda dengan yang lain, pasti kamu tau? Yach barat menyebutkan demokrasi pancasila demokrasi yang memuat lima sila dasar bernegara, 5 dasar yang akan mengubah jalan cerita bangsa ini. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradap, persatuan Indonesia , kerayatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, keadilan social social bagi seluruh rakyat Indonesia muncul seperti ayat yang keluar dari mulut penguasa jagat raya, dipatuhi dan ditetapkan abadi, walau kita tahu masa masa sulit menegakkan pancasila seperti beberapa pemberontakan walau akhir-akhir ini sebenarnya pemberontakan itu punya latar belakang yang berbeda, hanya sedikit pemeberontakan yang berusaha mengganti pancasila mayoritas diakibatkan ketidakdilan penegakan pancasila seperti kesejateraan yang tumpang tindih, barangkali anda sudah mengerti maksud saya, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;  font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Pemuda dulu bermetaformosis sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Tidak dapat terbayangkan ketika nanti suatu saat bangsa ini akan dipimpin oleh pemuda pemalas, pemuda yang mampu bekerja jika terdoping oleh miras, pemuda yang sudah terkontaminasi film-film mesum, yang hobi korupsi benci dengan kejujuran, mengganggap bawa semua itu sama, bukan sama derajatnya tapi sama korupnya, menghindari jalan jalan kebenaraan demi nafsu sementara, tepatnya gerombolan ini bangga disebut korps mesum korups. Kalaon dipikirkan lebi lama ini mirip tidak memanusiakn manusia sepeti yang dilakukan penjajah yan perna bercokol di nusantara (Indonesia sebelum 1945) , parapemudanya dijadikan kambing congek tenaga perahan yang siap di pekerjakan, lama –kelamaan mirip kebo dungu yang selalu dicambuk, beruntung ada beberapa pemuda yang bangkit melawan, mereka membaca dan melawan. Mereka bangun pagi dan pulang larut malam. Mereka pemuda yang mendedikaikan naywa dan hartanya untuk bangsa, semestinya anda harus tahu, jika tidak betapa kasiannya mereka tidak ada yang mengenangnya. Kita dasari bahwa zaman ini adalah yang serba sulit zaman dimana kekayaan adalah bagian utama dari proses cita-cita kehidupan. Kalau anda kurang percaya silakan melihat kasus-kasus yang terjadi selama ini, sebagai pemuda tentunya paham benar, beberapa staisun tv dan radio senang memberitakannya. Semua akar permasalahan selalu berujung kepada uang, uang seperti kekuasaan, uang seperti akar dari masalah bangsa ini, saya tidak bermaksud untuk meniadakan uang karena itu keniscayaan millennium ini namum alangkah baiknya jika oemuda lebih menekan keausan kreatif daripada hasil yang belum tentu memuaskan, ,di era kompetitif ini kita tidak mungkin mengikut kebiasaan burukn yang sama sekali tidak berguna pada dirimu sendiri apalagi bangsa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;  font-weight: bold;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Pancasila masikan tumbuh ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Problem yang tak kalah asyik adalah pancasila, melihat masalah –masalah yang muncul d televise dan radio adaah kasus kasus yang sama sekali tidak menghormati kehadiran pancasila, saya rasa anda juga sering berpikir, kemana ketuhanan yang maha esa, kalo nyata-nyata departemen agama adalah wilayag paling korup (saya hanya mengutip), kemanusian adil dan beradab dimana leaknya jika didepan-sekitarnya kita nyata-nyata terjadi tindakan dari pemimpin yang tidak punya nurani,bermewah-mewahan bro, persatuan Indonesia dimanakah? Anda pasti tau papua-daerah yang pernah di perebutkan oleh Negara tua (belanda) dan Negara muda (INDONESIA), mereka saat ini sedang minta merdeka..! menghabisi sama perlawanan mereka sama aja mengakui eksistensi kepahlawanan pejuang-pejuang mereka kalo melihat pergorbanan dan sumbangsih kepada Indonesia, saya merinding membayangkannya. Sumbangsih mereka tidak NOL kawan...!!. kerakayatn yang dipimpin hitmak kebijaksanaan dalam permusyaratan dan perwakilan, saya Cuma tertawa ..haaahaha...pemilihan langsung saja berani KKN apalagi tidak. Sebagai orang awan saya merasa perlu membicarakan persoalan ini, sebenarnya majelis yang kita pilih itu nyadar atau tidak sih, kenapa mereka kejam sekali padahal mereka adalah reprensantif pilhan rakyat,? Barangkali pertanyaan ini hanya bisa dipikirkan ole para pemuda. Didalam makalah sarasehan nasional yang diadakan atas kerjasama UGM dan MK Beberapa waktu yg lalu bapak ketua mk mengatakan ada gejala menurunnya semangat nilai-nilai kebangsaan , termasuk mengendurnya pemahaman nilai-nilain pancasila , sudah miskin berdialog pancasila dalam kehidupan sehari hari. Hal ini diakui bawa bawa gejala ini melanda kampus-kampus , sekolah-sekolah seperti tersudutkan dalam arus zaman. Padahal penerapan pancasila harus menduinia didalam masyarakat Indonesia. Kita sudah jarang mendengar adanya kegiatan-kegiatan yang membahas kesaktian pancasila, kita lebih senang mendengar ayu ting-ting yang menurut saya cocok menjadi hymme rakyat..dimana?..dimana?..dimana?...dimana pancasila berada?? Yang parah muncul generasi generasi boy band, single atau apalah namanya (saya tidak menolaknya tetapi kalo sudah kebablasan ,) &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;mau dibawah kemana bangsa ini?. Saya menyadari bahwa pragmatisme dan hedosnime sudah masuk kekalangan anak muda, senang-senang itu sangat baik dana memang diperlukan tetapi jika itu dijadikan patokan berkehidupan sejogyanya Negara kita bisa banting stir menjadi Negara goyang gayung, nah yang lebi parahnya ada pemuda yang sangat dan anti politik, seolah-olah politik isinya kekejaman pembohongan dan terliat seperti bidang yang haramm ingat kita tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan politik, &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;mirian&lt;/b&gt; &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;budiarjo&lt;/b&gt; jelas jelas mengatakan bawa “ &lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;hal ini berarti politik merupakan ilmu pengetahuan melulu. Arus selalu diingat bahwa politik sebagaian besar juga merupakan seni . tetapi dimana ilmu pengetahuan dan seni bertemu, disitula ada harapan bahwa keputusan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;kebijaksanaan akan bersifat benar , tepat, dan memandang kemuka (vooruitzien) sebab dalam soal kenegaraan suatu pemerintah yang baikharus mempunyai pandangan (vision) mengenai masa depan”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. (dasar2ilmu politik, cet. I 1972:6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family:arial;"&gt;&lt;span style=" line-height: 150%;font-size:12pt;" lang="EN-GB" &gt;Dan politik yang kita gunakan bersumber dari keluhuran dan kebijaksanaan pancasila, kembali lagi ke awal, ideology kita adalah pancasila ! , sudah saatnya pemuda bangkit untuk ikut serta membangun bangsa ini, partai ataupun organisasi kita jadikan sebagai alat pemersatu bangsa dan kita gunakan ilmu pengetahuan sebagai pisau analisis yang berkualitas, cerdas, kuat demi kemandirian pemuda menciptakan kemandirian bangsa. Bangsa ini butuh anda bukan pemuda asing. Negara yang rendah kekayaan pemuda akan rentan mati tergerus oleh kerasnya jaman . &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-8583553454318593575?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/8583553454318593575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/12/pemuda-sekitar-pancasila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/8583553454318593575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/8583553454318593575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/12/pemuda-sekitar-pancasila.html' title='pemuda : sekitar pancasila??'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-DAXPnuKzlvc/TuYIe47L9TI/AAAAAAAAAH4/6JuFshZdphY/s72-c/garuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-8481072052998318820</id><published>2011-01-25T00:37:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T00:45:05.407-08:00</updated><title type='text'>nurani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6Ng1udTWI/AAAAAAAAACk/-gygpDEzAmA/s1600/180561_158486730866944_100001168542420_294795_6427526_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 312px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6Ng1udTWI/AAAAAAAAACk/-gygpDEzAmA/s320/180561_158486730866944_100001168542420_294795_6427526_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566041784793779554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;golongan pemuka agama adalah benteng terakhir kita untuk mereduksi kembali moral2 yg terkikis, maksud saya mereka punya hak moral ( yang menurut saya Adalah pemberitahuan dari tuhan) saya khawatir sekali..! jika benteng itu pun diabaikan , rusaklah negara ini, saya bukan apatis tapi saya percaya penuh apa yang dikatakan para pemuka lintas agama tersebut ( walau menurut saya agama adalah urusan masing2) kesantunan mereka adalah contoh nyata bahwa ajaran agama secara khusus tidak bisa disamaRATAKAN tetapi penganutnya bisa disamakan hak dan kewajibannya, dalam konteks ini : WARGA INDONESIA, artinya mereka bukan hanya tokoh agama tapi tokoh bersama, yach seperti yg saya katakan tadi, mereka RAKYAT INDONESIA..!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;HIDUP RAKYAT, HANCURKAN PERUSUH, HANCURKAN SBY..!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TEGAKKAN PANCASILA SEUTUHNYA..!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-8481072052998318820?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/8481072052998318820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/01/nurani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/8481072052998318820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/8481072052998318820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/01/nurani.html' title='nurani'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6Ng1udTWI/AAAAAAAAACk/-gygpDEzAmA/s72-c/180561_158486730866944_100001168542420_294795_6427526_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-2387416788333878459</id><published>2011-01-25T00:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T00:35:51.453-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6LV7Y96kI/AAAAAAAAACc/J-NIg7B2WMs/s1600/164821_158915384157412_100001168542420_297409_842547_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6LV7Y96kI/AAAAAAAAACc/J-NIg7B2WMs/s320/164821_158915384157412_100001168542420_297409_842547_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566039398312438338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Puisi Perjuangan atas ketidakadilan dan rakyat yang tertindas. kumpulan puisi perjuangan karya Wiji Thukul ini terus terang membuat saya merinding dan bergetar. Kata-katanya mengalir dengan jelas dan lugas, tanpa perlu mnegernyitkan dahi untuk memahami puisinya. Kata-kata yang jujur tanpa polesan kosmetik dan terbebas dari teori-teori puitis. KITA harus semangat dan semakin sadar bahwa kita lakukan perlawanan terhadap penindasan intelektual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;BUNGA DAN TEMBOK&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seumpama bunga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami adalah bunga yang tak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau hendaki tumbuh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Engkau lebih suka membangun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah dan merampas tanah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seumpama bunga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami adalah bunga yang tak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau kehendakiadanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Engkau lebih suka membangun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalan raya dan pagar besi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seumpama bunga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami adalah bunga yang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dirontokkan di bumi kami sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kami bunga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Engkau adalah tembok itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi di tubuh tembok itu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Telah kami sebar biji-biji&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu saat kami akan tumbuh bersama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan keyakinan: engkau harus hancur!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam keyakinan kami&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di manapun – &lt;strong&gt;tirani harus tumbang!!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;solo '87-'88&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERINGATAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika rakyat pergi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ketika penguasa pidato&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita harus hati-hati&lt;/p&gt;&lt;p&gt;barangkali mereka putus asa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kalau rakyat sembunyi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dan berbisik-bisik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ketika membicarakan masalahnya sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;penguasa harus waspada dan belajar mendengar&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bila rakyat tidak berani mengeluh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;itu artinya sudah gawat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan bila omongan penguasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidak boleh dibantah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kebenaran pasti terancam&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;apabila usul ditolak tanpa ditimbang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dituduh subversif dan mengganggu keamanan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;maka hanya ada satu kata: lawan!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;solo, 1986&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;UCAPKAN KATA-KATAMU&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika kau tak sanggup lagi bertanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terampas&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;au akan diperlakukan seperti batu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dibuang dipungut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau dicabut seperti rumput&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau menganga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;diisi apa saja menerima&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak bisa ambil bagian&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika kau tak berani lagi bertanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita akan jadi korban keputusan-keputusan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jangan kau penjarakan ucapanmu &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika kau menghamba kepada ketakutan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kita memperpanjang barisan perbudakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KOTA INI MILIK KALIAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di belakang gedung-gedung tinggi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kalian boleh tinggal&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalian bebas bangun sewaktu kalian mau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jika kedinginan karena gerimis atau hujan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalian bisa mencari hangat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di sana ada restoran&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalian bisa tidur dekat kompor penggorengan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bakmi ayam dan *sensor**sensor**sensor**sensor* denting garpu dan sepatu mengkilap&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di samping sedan-sedan dan mobil-mobil bikinan asli jepang&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalian bisa mandi kapan saja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sungai itu milik kalian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kalian bisa cuci badan dengan limbah-limbah industri&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;apa belum cukup terang benderang itu lampu merkuri taman&lt;/p&gt;&lt;p&gt;apa belum cukup nyaman tidur di bawah langit kawan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kota ini milik kalian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kecuali gedung-gedung tembok pagar besi itu jangan!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KUCING, IKAN ASIN DAN AKU&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seekor kucing kurus menggondol ikan asin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;laukku untuk siang ini&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku meloncat marah!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kuraih pisau&lt;/p&gt;&lt;p&gt;biar kubacok ia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;biar mampus, ger&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;ia tak lari tapi mendongak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menatapku tajam&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mendadak lunglai tanganku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat diriku sendiri!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu kami berbagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kuberi ia kepalanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(batal nyawa melayang)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ia hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kami sama-sama makan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PARA PENYAIR ADALAH PERTAPA AGUNG&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kaum gelandangan yang mendengkur pulas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;seperti huruf kanji kumal di emper-emper pertokoan cina&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tak pernah terjamah tangan-tangan puisi kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; sebab tak mengandung nilai sastra &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;keadilan adalah duniawi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bukan tanah ladang puisi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;korupsi jangan terusik oleh puisi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;puisi cuma mencari jatidiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DI DALAM DIRIKU ADA HUTAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di dalam diriku ada hutan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di dalam hutan tumbuh duri dan buah-buahan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;belukar dan jalan-jalan menyesatkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di dalam gua gelap lahirlah b a b i&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang mirip wajahku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;juga gajah dan kuda&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ular-ular melata di dalam diriku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku kadang mirip buaya yang membenamkan mata&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tubuh dan juga hatiku sendiri ke dalam rawa-rawa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;penuh nyamuk dan berdarah dan bau lumpur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PULANGLAH NANG&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulanglah nang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan dolanan sama si Kuncung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si Kuncung memang nakal nanti bajumu kotor lagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disirami air selokan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulanglah nang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nanti kamu menangis lagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan dolanan sama anaknya pak Kerto&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Si Bejo memang mbeling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kukunya hitam panjang-panjang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau makan tidak cuci tangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nanti kamu ketularan cacingan&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulanglah nang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;J&lt;strong&gt;angan dolanan sama anaknya mbok Sukiyem&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mbok Sukiyem memang keterlaluan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Si Slamet sudah besar tapi belum disekolahkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SEORANG BURUH MASUK TOKO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;masuk toko&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang pertama kurasa adalah cahaya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang terang benderang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tak seperti jalan-jalan sempit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di kampungku yang gelap&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;sorot mata para penjaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan lampu-lampu yang mengitariku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti sengaja hendak menunjukkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari mana asalku&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat kakiku – jari-jarinya bergerak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat sandal jepitku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku menoleh ke kiri ke kanan – bau-bau harum&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku menatap betis-betis dan sepatu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bulu tubuhku berdiri merasakan desir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kipas angin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang berputar-putar halus lembut&lt;/p&gt;&lt;p&gt;badanku makin mingkup&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat barang-barang yang dipajang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku menghitung-hitung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku menghitung upahku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku menghitung harga tenagaku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang menggerakkan mesin-mesin di pabrik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;aku melihat harga-harga kebutuhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;di etalase&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku melihat bayanganku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;makin letih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; dan terus diisap &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;10 september 1991&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BUKAN KATA BARU&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;ada kata baru kapitalis, baru? Ah tidak, tidak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sudah lama kita dihisap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bukan kata baru, bukan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kita dibayar murah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sudah lama, sudah lama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sudah lama kita saksikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;buruh mogok dia telpon kodim, pangdam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;datang senjata sebataliyon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kita dibungkam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tapi tidak, tidak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dia belum hilang kapitalis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dia terus makan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tetes ya tetes tetes keringat kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; dia terus makan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sekarang rasakan kembali jantung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;yang gelisah memukul-mukul marah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;karena darah dan otak jalan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kapitalis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dia hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bahkan berhadap-hadapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kau aku buruh mereka kapitalis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sama-sama hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;bertarung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; ya, bertarung &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sama-sama?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tidak, tidak bisa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kita tidak bisa bersama-sama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sudah lama ya sejak mula&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kau aku tahu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;berapa harga lengan dan otot kau aku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kau tahu berapa upahmu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kau tahu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika mesin-mesin berhenti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; kau tahu berapa harga tenagamu &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;mogoklah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;maka kau akan melihat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dunia mereka&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jembatan ke dunia baru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; dunia baru ya dunia baru. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;tebet 9/5/1992&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;E D A N&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah dengan cerita mursilah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;edan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dia dituduh maling&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena mengumpulkan serpihan kain&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dia sambung-sambung jadi mukena&lt;/p&gt;&lt;p&gt;untuk sembahyang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;padahal mukena tak dibawa pulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;padahal mukena dia taroh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;di tempat kerja&lt;/p&gt;&lt;p&gt;edan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sudah diperas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; dituduh maling pula &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;sudah dengan cerita santi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;edan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;karena istirahat gaji dipotong&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;edan!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena main kartu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lima kawannya langsung dipecat majikan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;padahal tak pakai wang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;padahal pas waktu luang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;edan!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kita mah bukan sekrup&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bandung 21 Mei 1992&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;p&gt;LEUWIGAJAH&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leuwigajah berputar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jalan-jalan gemetar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;debu-debu membumbung&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari knalpot kendaraan pengangkut&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesin-mesin terus membangunkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;buruh-buruh tak berkamar-mandi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tidur jejer berjejer alas tikar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa jendela tanpa cahaya matahari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lantai dinding dingin lembab pengap&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;lidah-lidah penghuni rumah kontrak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus menyemburkan cerita buruk:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lembur paksa sampai pagi – upah rendah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jari jempol putus – kecelakaan-kecelakaan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kencing dilarang – sakit ongkos sendiri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mogok? pecat!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti nyabuti bulu ketiak&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tubuh-tubuh muda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus mengalir ke Leuwigajah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti buah-buah disedot vitaminnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesin-mesin terus menggilas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memerah tenaga murah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;satu kali dua puluh empat jam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masuk – absen – tombol ditekan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan truk-truk pengangkut produksi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meluncur terus ke pasar&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leuwigajah tak mau berhenti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cerobong asap terus mengotori langit&lt;/p&gt;&lt;p&gt;limbah mengental selokan berwarna&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leuwigajah terus minta darah tenaga muda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leuwigajah makin panas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berputar dan terus menguras&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tenaga-tenaga murah&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bandung – Solo 21 Mei – 16 Juni&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LEUWIGAJAH MASIH HAUS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;leuwigajah tak mau berhenti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bis-bis-mobil pengangkut tenaga murah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bikin gemetar jalan-jalan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan debu-debu tebal membumbung&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesin-mesin tak mau berhenti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;membangunkan buruh tak berkamar-mandi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tanpa jendela tanpa cahaya matahari&lt;/p&gt;&lt;p&gt;jejer berjejer alas tikar&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lantai dinding dingin lembab pengap&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus bercerita buruk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lembur paksa sampai pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tubuh mengelupas-jari jempol putus – upah rendah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mogok – pecat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti nyabuti bulu ketiak&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;tubuh-tubuh muda&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus mengalis ke leuwigajah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;seperti buah-buah disedot vitaminnya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesin-mesin terus menggilas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;memerah tenaga murah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;satu kali duapuluhempat jam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;masuk – absen – tombol ditekan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan truk-truk pengangkut produksi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;meluncur terus ke pasar&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;leuwigajah tak mau berhenti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dari pagi sampai pagi&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;asap crobong terus kotor&lt;/p&gt;&lt;p&gt;selokan air limbah berwarna&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mesin-mesin tak mau berhenti&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus minta darah tenaga muda&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;leuwigajah makin panas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;berputar dan terus menguras&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bandung 21 mei 1992&lt;/p&gt;&lt;p&gt;****&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;P E N Y A I R&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika tak ada mesin ketik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku akan menulis dengan tangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika tak ada tinta hitam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; aku akan menulis dengan arang &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika tak ada kertas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku akan menulis pada dinding&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;jika aku menulis dilarang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;aku akan menulis dengan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; tetes darah! &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sarang jagat teater&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt; 19 januari 1988&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-2387416788333878459?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/2387416788333878459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/01/puisi-perjuangan-atas-ketidakadilan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/2387416788333878459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/2387416788333878459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2011/01/puisi-perjuangan-atas-ketidakadilan-dan.html' title=''/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uO5LkzOLmxc/TT6LV7Y96kI/AAAAAAAAACc/J-NIg7B2WMs/s72-c/164821_158915384157412_100001168542420_297409_842547_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-7059952176889465029</id><published>2010-08-19T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T03:32:26.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biaya sekolah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sekolah gratis'/><title type='text'>Faktanya Pendidikan Memang Tidak Mungkin Gratis</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;“Tulisan ini pernah saya posting di  blog pribadi saya saat menjelang pemilu tahun lalu. saat  gencar-gencarnya iklan program sekolah atau pendidikan gratis untuk  mencari simpati. Saya ingin memuat ulang disini demi adik-adik siswa  yang sekarang sedang bergulat dengan mental dan naskah ujian demi masa  depannya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;oleh : &lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/kamalramdhan"&gt;Kamaluddin Ramdhan&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Sekolah mungkin saja bisa gratis, tapi  pendidikan tidak mungkin  gratis. Fakta membuktikan bahwa pendidikan  memang membutuhkan biaya yang  sangat besar jika ingin mendapatkan mutu  pendidikan yang bagus. Menurut  saya slogan yang selama ini  digembar-gemborkan pemerintah tentang  pendidikan gratis atau sekolah  gratis akan membawa dampak yang sangat  tidak baik di masa depan.  Logikanya,  sekolah-sekolah gratis akan mendapatkan mutu pendidikan yang  tidak bagus  jika dibandingkan dengan sekolah dengan biaya mahal.  Apakah ada sekolah  dengan biaya mahal ? banyak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Saya sering sekali mendengar wali murid,  kakak murid, ayah murid atau  siapa saja lah yang masih peduli dengan  pendidikan mereka (si murid  atau bahasa halusnya “si anak didik”).  Mereka mengatakan; “sekolah  gratis apanya, buku tambah mahal, seragam  mahal, banyak biaya ini itu  dari sekolah. Kalau dipikir-pikir kok  tambah banyak mengeluarkan biaya  daripada sekolah yang tidak gratis  dahulu”. Dalam hati saya terbersit  pertanyaan, “dahulu ? bukankah  dahulu saya juga pernah sekolah dan tidak  gratis ?”. Masih ingat dengan  samar-samar dahulu kala memang sekolah  dengan membayar SPP, keluhan  yang diutarakan para orang tua atau wali  murid sama dengan keluhan yang  disampaikan mereka sekarang khususnya  orang-orang dengan ekonomi  lemah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Tapi, kawan ! dahulu ekonomi bangsa  ini  masih sedikit lebih baik dari sekarang. Ketahuilah, dahulu saya ke   sekolah membawa uang 25 perak sudah dapat membeli kerupuk lima buah,   minum cincau satu gelas plus masih bisa mendapatkan kembalian 10 rupiah   untuk membeli bubur kacang ijo satu mangkuk. Betapa murahnya biaya  hidup  pada waktu itu. Jaman sudah global, nilai tukar rupiah atas  negara lain  menjadi tolok ukur terhadap mapan tidaknya suatu negara.  Artinya,  dengan mengiming-imingi sekolah gratis pada saat sekarang ini,   pemerintah seperti mengatakan, “Negara kita saat ini sedang mengalami   “paceklik”. Kalian para orang tua tidak akan bisa membayar SPP   anak-anakmu. Jika ingin menyekolahkan mereka, maka saya beri program   sekolah gratis agar mereka tetap bisa sekolah, tapi harus ada   imbalannya, yaitu pajak harus dinaikkan, para pemilik usaha, baik kecil,   menengah dan besar harus tetap membayar pajak dengan proporsi yang   sama”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Dampaknya adalah komersialisi pendidikan  dan mutu pendidikan yang  menurun. Pendidikan menjadi ajang mencari uang  bagi pihak tertentu yang  menganggap bahwa dunia pendidikan adalah  lahan yang sangat menggiurkan  untuk mencari uang, toh memang pendidikan  tetap membutuhkan biaya yang  tidak sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Masalah pendidikan memang bukan hanya  tentang membayar SPP.  Pendidikan bisa saja murah dengan kualitas  memadai. Memadai dalam arti  sesuai dengan kebutuhan lingkungan dimana  para anak didik ini akan  diarahkan nantinya. Toh tokoh cerita “laskar  pelangi” tetap bisa  melanjutkan pendidikan sampai ke perancis dan  mendapatkan dua beasiswa  bergengsi, padahal ketika sekolah dulu hanya  memakai pakaian seadanya  dan berasal dari kampung. Disini saya ingin  mengatakan, pendidikan mahal  karena kita ingin mengejar sesuatu yang  belum jelas arahnya. Apakah itu  ? silahkan dicari sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Pendidikan adalah masa depan, maka tidak   layak mereka &lt;em&gt;se-enaknya&lt;/em&gt; dijadikan tempat pembuangan ide  “tidak   cerdas” dan upaya (sengaja atau tidak) berupa “pembodohan” massal dari   kaum elit, berupa iming-iming sekolah gratis. Kita kadang terlalu   terobsesi dengan negara-negara lain yang sudah mapan memberikan program   pendidikan murah (saya tidak mengatakan gratis) tanpa melalui proses   penelitian dan research yang mendalam dan rumit. Begitu mudahnya   memutuskan kebijakan terhadap negara sebesar ini hanya berpatokan dari   contoh negara lain, atau dalam bahasa yang saya pahami “mengadopsi   kebijakan”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Kita seperti digenjot dan dipaksa untuk  mengejar ketertinggalan dari  negara-negara lain yang sudah lebih baik  keadaannya dengan cara memaksa  nilai hasil dari proses belajar dengan  standar tinggi. Tetapi kata  “mengejar ketertinggalan” itu sebenarnya  barang basi yang tidak lagi  harus dipakai untuk jaman sekarang. Karena  pemakaian kata mengejar  ketertinggalan berarti ingin menjadi seperti  mereka, padahal anugerah  yang diberikan Tuhan untuk bangsa kita berbeda  dengan mereka. Jaman  sudah berubah, jatidiri bangsa lah yang lebih  berharga untuk dicari  daripada sekedar menggunakan kata “mengejar  ketertinggalan”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Bangsa yang  besar adalah bangsa yang  mengetahui jatidirinya, untuk apa kita diberi  tanah yang luas dan air  yang melimpah, jika tidak bisa mengelola sendiri  dengan baik. Kita  kebetulan dilahirkan bukan menjadi bangsa kolonial  seperti eropa, atau  menjadi bangsa pendatang seperti Amerika dan  Australia. Hidup sudah  lebih dari cukup dengan hanya memanfaatkan sumber  alam di negeri  sendiri. Artinya pendidikan tidak harus mahal, tetapi  tidak mungkin  juga gratis asal sesuai dengan tujuan dari pencapaian  pendidikan baik  di daerah maupun di pusat. Standar nilai dari kondisi  pedesaan tidak  bisa disamakan standarnya dengan kondisi perkotaan. Sebab  kebutuhannya  jauh berbeda. &lt;a href="http://edukasi.kompasiana.com/2010/03/24/faktanya-pendidikan-memang-tidak-mungkin-gratis/"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-7059952176889465029?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/7059952176889465029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/08/faktanya-pendidikan-memang-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/7059952176889465029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/7059952176889465029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/08/faktanya-pendidikan-memang-tidak.html' title='Faktanya Pendidikan Memang Tidak Mungkin Gratis'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-5119112099059009768</id><published>2010-08-02T11:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T11:14:27.841-07:00</updated><title type='text'>salah satu makalah yang menarik</title><content type='html'>FUNGSI DAN PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Drs. Rohanda, Msi&lt;br /&gt;Disampaikan dalama rangka seminar sehari &lt;a href="www.ipi.or.id/Rohanda.doc"&gt;Ikatan Pustakawan Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pustakawan dan Guru&lt;br /&gt;Tanggal  16 September 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita memasuki suatu perpustakaan, yang kita lihat pertama adalah jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara rapih di rak buku,rak majalah, maupun rak-rak bahan pustaka lain.&lt;br /&gt;Bahan-bahan pustaka tersebut diatur menurut suatu sistem tertentu sehingga memudahkan bagi pengunjung untuk menemukan kembali bahan pustaka yang diperlukan.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang timbul pada diri kita adala apakah setiap jajaran buku dan bahan pustaka lain yang diatur secara sistematis boleh disebut perpustakaan? Atau dengan kata lain, apakah sebenarnya perpustakaan itu?&lt;br /&gt;Banyak batasan atau pengertian tentang perpustakaan yang disampaikan oleh para pakar di bidang perpustakaan. Anda dapat mempelajari beberapa pengertian perpustakaan seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;Menurut kamus “ The Oxford English Dictionary”,kata “library” atau perpustakaan mulai digunakan dalam bahasa Inggris tahun 1374, yang berarti sebagai “ suatu tempat buku-buku diatur untuk dibaca, dipelajari atau dipakai sebagai bahan rujukan”.&lt;br /&gt;Pengertian perpustakaan ini pada abad ke-19 berkembang menjadi “ suatu gedung,ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yanng dipelihara dengan baik,dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya lebih lanjut, pengertian perpustakaan memperoleh penghargaan yang tinggi, bukan sekadar suatu gedung yang berisi koleksi buku yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;Pada tahun 1970, The American Library Association menggunakan istilah perpustakaan untuk suatu pengertian yang luas yaitu termasuk pengertian “ pusat media, pusat belajar, pusat sumber pendidikan, pusat informasi, pusat dokumenstasi dan pusat rujukan “.&lt;br /&gt;Dalam pengertiannya yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI nomor 11, disebutkan bahwa “ perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian perpustakaan yang mutakhir ini telah mengarahkan kepada tiga hal yang mendasar sekaligus, yaitu hakikat perpustakaan sebagai salah satu sarana pelestarian bahan pustakan; fungsi perpustakaan sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan; serta tujuan perpustakaan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pembangunan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengertian perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada dalam suatu sekolah yang kedudukan dan tanggunng jawabnya kepada kepala sekolah; yang melayani sivitas akademka sekolah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUNGSI PERPUSTAKAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang dimaksud merupakan hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.&lt;br /&gt;Dalam pengertian perpustakaan yang mutakhir ini juga tersirat fungsi perpustakaan pada umunya, yaitu sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Namun secara khusus,setiap jenis perpustakaan mempunyai fungsi masing-masing ,yang berbeda antara yang satu dan lainnya. Fungsi Perpustakaan Nasional RI berbeda dengan fungsi Perpustakaan Umum,fungsi Perpustakan Daerah berbeda dengan Perpustakaan Sekolah,fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi berbeda dengan fungsi Perpustakaan Khusus/Dinas. Karenanya berbeda-beda, maka masing-msing perpustakaan memiliki tujuan yang berbeda-beda pula yang harus dicapai oleh masing-masing jenis perpustakaan.&lt;br /&gt;Marilah sekarang kita tinjau satu-persatu fungsi-fungsi perpustakaan menurut jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional RI, menurut Keputusan Presiden nomor 11 tahun 1989,pasal 3 ,menyelenggarakan fungsi :&lt;br /&gt;a.membantu Presiden dalam rangka merumuskan kebijaksanaan mengenai pengmbangan,pembinaan dan pendayagunaan perpustakaan.&lt;br /&gt;b. melaksanakan pengembangan tenaga perpustakaan dan kerjadsama antara badan/lembaga termsuk perpustakaan didalam maupun diluar negeri&lt;br /&gt;c. melaksanakan pembinaan atas semua ejnis perpustakaan di instansi/lembaga pemerintah maupun swasta yang ada dipusat ataupun didaerah&lt;br /&gt;d. melaksanakan pengumpulan,penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka dari dalam dan luar negeri&lt;br /&gt;e. melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan danpelestarian bahan pustaka&lt;br /&gt;f. melaksanakan penyusunan naskah bibliografi nasional dan katalog induk nasional&lt;br /&gt;g. malaksanakan penyusunan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek,abstrak dan penyususnan perangkat lumak bibiliografi.&lt;br /&gt;h. melaksanakan jasa koleksi rujukan dan naskah&lt;br /&gt;j. melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh Presiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Perpustakaan Daerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping,Perpustakaan Daerah yang merupakan suatu organaisasi dilingkungan Perpustakaan Nasional RI yang berada di daerah , menurut Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI nomor 001/Org/9/1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional RI, mempunyai fungsi :&lt;br /&gt;mempersiapkan bahan perumusan kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan perustakaan di daerah.&lt;br /&gt;melaksanakan pembinaan dan pengembangan pada semua jenis perpustakaan di daerah&lt;br /&gt;melaksanakan pengeumpulan, penyimpanan, dan pengolahan bahan pustaka&lt;br /&gt;melaksanakan jasa perpustakaan, perawatan dan pelestarian bahan pustaka&lt;br /&gt;melaksanakan penyususnan dan penerbitan bibliobgrafi daerah dan katalog induk daerah&lt;br /&gt;melaksanakan penyususnan bahan rujukan berupa indeks,bibliografi,subyek, abstrak dan direktori&lt;br /&gt;melaksanakan jasa informasi dan rujukan (referensi)&lt;br /&gt;melaksanakan kerja sama antar perpustakaan di daerah&lt;br /&gt;melaksanakan koordinasi dan evaluasi kegiatan perpustakaan di daerah&lt;br /&gt;melaksanakan urusan ketatausahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Perpustakaan Umum dan Keliling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Umum baik yang berada di Daerah Tingkat II (Ibukota Kabupaten/Kotamadya), di ibukota kecamatan maupun yang berada di desa, menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 9 tahun 1988 dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 1988, mempunyai fungsi :&lt;br /&gt;menghimpun dan mengolah bahan pustaka dan informasi&lt;br /&gt;memelihara danmelestarikan bahan pustaka dan informasi&lt;br /&gt;mengatur dan mendayagunakan bahan pustaka dan informsi, sebagai pusat kegiatan belajar, pelayanan informasi, penelitian dan menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca bagi seluruh lapisan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Keliling berfungsi sebagai perpustakaan umum yang melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Pada hakikatnya fungsi Perpustakaan Keliling sama dengan Perpustakaan Umum . Perpustakaan Keliling merupakan kepanjangan layanan Peprustakaan Umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Perpustakaan Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Sekolah menurut Keputusan Menteri Pendidiknan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, mempunyai fungsi sebagai :&lt;br /&gt;Pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah&lt;br /&gt;Pusat Penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya.&lt;br /&gt;Pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan)&lt;br /&gt;Semua fungsi tersebut akan tergambar dalam koleksi pepustakaan bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK-ASPEK PEMBINAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Status, Ogranisasi dan Manajemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saar ini status beberap jenis perpustakaan ,seperti perpustakaan khusus,perpustakaan sekolah, perpustakaan perpguruan tinggi dan lain-lain, belum jelas, khususnya tentang eselonisasinya. Hal ini mengakibatkan tidak jelas pula aspek-aspek lainnya, misalnya berapa luas gedung/ruangannya, berapa banyak pustakawannya, berapa banyak koleksinya dan lain-lain. Oleh karena itu status beberapa  jenis perpustakaan masih menjadi masalah yang perlu diperjuangkan. Yang statusnya telah jelas adalah Perpustakaan Nasional RI (eselon I), Perpustakaan  Daerah (eselon II) dan Perpustakaan Umum Dati II (eselon IV).&lt;br /&gt;Karena status masih belum jelas maka organisasinya juga menjadi masalah sehingga organisasi perpustkaan dalam Undang-undang Perpustakaan yang akan datang dapat disusun meliputi:&lt;br /&gt;Kepala Perpustakaan (unsur pimpinan)&lt;br /&gt;Petugas tata usaha perpustakaan ( unusur pembantu pimpinan)&lt;br /&gt;Unsur pelaksana yang terdiri atas:&lt;br /&gt;Petugas pengadaan/pengolahan baha pustaka&lt;br /&gt;Petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi)&lt;br /&gt;Petugas penyuluhan/pemasyarakatan&lt;br /&gt;Petugas penelitian dan pengembangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen perpustakaan fungsi kegiatannya meliputi perencanaan,pengorganisasian,penggerakan , dan pengawasan (POAC= Planning, Organization,Actuating dan Controlling)&lt;br /&gt;Dalam perencanaan kepala perpustakaan dapat menggungakan prinsip-prinsip Manajemen Berdasarkan Sasaran (MBS atau Mangement By Objectives (MBO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Ketenagaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan suatu perpustakaan diukur berdasarkan tinggi rendahnya kemempuan perpustakaan tersebut dalam melaksanakan fungsinya sebagai pusat kegiatan belajar mandiri serta pusat pelayanan informasi, penelitian dan rekreasi masyarakat sekelilingnya. Untuk itu sebuah perpustakaan dari segi fisiknya memerlukan pembinaan yang tepat, yang memperhatikan perpaduan aspek lokasi gedung ruangan dan  koleksi bahan pustaka agar serasi, selaras dan seimbang dengan baik. Tidak boleh terjadi alur kerja terhambat karena masalah ruang. Ini berarti bahwa petugas perpustakaan harus dapat mengatur ruang sedemikian rupa sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini teruta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Sekolah merupakan unit kerja dan sebagai perangkat mutlak (complement) dari sekolah yang bersangkutan. Dengan tujuan menyediakan koleksi pustakan untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Dikatakan juga bahawa perpustakaan tersebut sebagai “jantungnya” pelaksanaan pendidikan pada lembaga itu.&lt;br /&gt;Sedangkan fungsi utamanya yaitu sebagai pusat sumber belajar,pusat sumber informasi dan pusat bacaan rekreasi dan pengisi waktu senggang. Untuk selanjutnya perpustakaan itu sebagai tempat membina minat dan bakat siswa, menuju belajar sepanjang hayat (Long Life Education)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUJITO, Pembinaan Minat Baca, Jakarta : Universitas Terbuka,1993&lt;br /&gt;MARTOATMOJO,Karmidi. Manajemen Perpustakaan Khusus. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997&lt;br /&gt;----------------------------------. Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka, 1993&lt;br /&gt;SULISTYO,Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan: Universitas Terbuka, 1993&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-5119112099059009768?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/5119112099059009768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/08/salah-satu-makalah-yang-menarik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/5119112099059009768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/5119112099059009768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/08/salah-satu-makalah-yang-menarik.html' title='salah satu makalah yang menarik'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-2457906053824232057</id><published>2010-07-29T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T01:27:08.775-07:00</updated><title type='text'>ARTIKEL KOPERASI</title><content type='html'>ARTIKEL KOPERASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi,  mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki dasar  konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1  yang menyebutkan bahwa ?Perekonomian disusun sebagai usaha bersama  berdasar atas asas kekeluargaan?. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu  dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan  itu adalah Koperasi.&lt;br /&gt;Tafsiran itu sering pula dikemukakan oleh  Mohammad Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut. Pada  Penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan, bahwa sistem ekonomi  Indonesia didasarkan pada asas Demokrasi Ekonomi, di mana produksi  dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan  sebagai Koperasi.Dalam wacana sistem ekonomi dunia, Koperasi disebut  juga sebagai the third way, atau ?jalan ketiga?, istilah yang  akhir-akhir ini dipopulerkan oleh sosiolog Inggris, Anthony Giddens,  yaitu sebagai ?jalan tengah? antara kapitalisme dan sosialisme.&lt;br /&gt; Koperasi diperkenalkan di Indonesia oleh R. Aria Wiriatmadja di  Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Ia mendirikan Koperasi kredit  dengan tujuan membantu rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir.  R. Aria Wiriatmadja atau Tirto Adisuryo, yang kemudian dibantu  pengembangannya oleh pejabat Belanda dan akhirnya menjadi program resmi  pemerintah. Seorang pejabat pemerintah Belanda, yang kemudian menjadi  sarjana ekonomi, Booke, juga menaruh perhatian terhadap Koperasi. Atas  dasar tesisnya, tentang dualisme sosial budaya masyarakat Indonesia  antara sektor modern dan sektor tradisional, ia berkesimpulan bahwa  sistem usaha Koperasi lebih cocok bagi kaum pribumi daripada bentuk  badan-badan usaha kapitalis. Pandangan ini agaknya disetujui oleh  pemerintah Hindia Belanda sehingga pemerintah kolonial itu mengadopsi  kebijakan pembinaan Koperasi.Meski Koperasi tersebut berkembang pesat  hingga tahun 1933-an, pemerintah Kolonial Belanda khawatir Koperasi akan  dijadikan tempat pusat perlawanan, namun Koperasi menjamur kembali  hingga pada masa pendudukan Jepang dan kemerdekaan. Pada tanggal 12 Juli  1947, pergerakan Koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang  pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari  Koperasi Indonesia.Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi  sebelumnya. Ketertarikannya kepada sistem Koperasi agaknya adalah karena  pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark,  pada akhir tahun 1930-an.&lt;br /&gt;Walaupun ia sering mengaitkan Koperasi  dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya  tentang Koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang  di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara ?Koperasi sosial? yang  berdasarkan asas gotong royong, dengan ?Koperasi ekonomi? yang  berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif.Bagi  Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau  nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah  lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk  bisa mengendalikan pasar.&lt;br /&gt;Karena itu Koperasi harus bisa bekerja  dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi  juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani  non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota  Koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan Koperasi. Dengan  cara itulah sistem Koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi  kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui  persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada  kerja sama atau Koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu  sendiri.&lt;br /&gt;Dewasa ini, di dunia ada dua macam model Koperasi.  Pertama, adalah Koperasi yang dibina oleh pemerintah dalam kerangka  sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasi yang dibiarkan berkembang di  pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Jika badan  usaha milik negara merupakan usaha skala besar, maka Koperasi mewadahi  usaha-usaha kecil, walaupun jika telah bergabung dalam Koperasi menjadi  badan usaha skala besar juga. Di negara-negara kapitalis, baik di Eropa  Barat, Amerika Utara dan Australia, Koperasi juga menjadi wadah usaha  kecil dan konsumen berpendapatan rendah.&lt;br /&gt;Di Jepang, Koperasi telah  menjadi wadah perekonomian pedesaan yang berbasis pertanian.Di  Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya tiga macam  Koperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani  kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah Koperasi produksi yang  merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga,  adalah Koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil  guna memenuhi kebutuhan modal. Bung Hatta juga menganjurkan  pengorganisasian industri kecil dan Koperasi produksi, guna memenuhi  kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil.&lt;br /&gt;Menurut Bung Hatta, tujuan  Koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan  melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala  kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa Koperasi itu identik dengan usaha  skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan  modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota Koperasi  primer maupun anggota Koperasi sekunder. Contohnya adalah industri  tekstil yang dibangun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan  berbagai Koperasi batik primer.Karena kedudukannya yang cukup kuat dalam  konstitusi, maka tidak sebuah pemerintahpun berani meninggalkan  kebijakan dan program pembinaan Koperasi.&lt;br /&gt;Semua partai politik, dari  dulu hingga kini, dari Masyumi hingga PKI, mencantumkan Koperasi  sebagai program utama. Hanya saja kantor menteri negara dan departemen  Koperasi baru lahir di masa Orde Baru pada akhir dasarwarsa 1970-an.  Karena itu, gagasan sekarang untuk menghapuskan departemen Koperasi dan  pembinaan usaha kecil dan menengah, bukan hal yang mengejutkan, karena  sebelum Orde Baru tidak dikenal kantor menteri negara atau departemen  Koperasi. Bahkan, kabinet-kabinet yang dipimpin oleh Bung Hatta sendiri  pun tidak ada departemen atau menteri negara yang khusus membina  &lt;a href="http://berkoperasi.blogspot.com/"&gt;Koperasi&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-2457906053824232057?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/2457906053824232057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/artikel-koperasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/2457906053824232057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/2457906053824232057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/artikel-koperasi.html' title='ARTIKEL KOPERASI'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-566436808361670945</id><published>2010-07-28T10:29:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:30:25.289-07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Sekolah Harus Jadi Alternatif Sumber Ilmu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jakarta, Kompas - Keberadaan perpustakaan sekolah tidak sebatas  tempat penyimpanan buku paket pelajaran, tetapi justru harus mampu  menyajikan alternatif sumber ilmu yang dibutuhkan dan selama ini sulit  diakses siswa.&lt;br /&gt;Terlebih lagi ada kecenderungan pola pengajaran di SD pada umumnya  bersandar pada buku paket yang ditentukan sekolah. Ironisnya, sering  kali buku paket tersebut hanya dari satu penerbit dan dipilih  berdasarkan kedekatan pengelola sekolah dengan penerbit tertentu.  Kondisi ini tidak memicu keinginan siswa untuk mencari sumber bacaan  atau informasi di luar buku paket. Murid tidak mempunyai alternatif  pengetahuan lain.&lt;br /&gt;“Perpustakaan sekolah kerap tidak menjadi perhatian. Pernah saya melihat  perpustakaan disatukan dengan laboratorium fisika dan tempat penyimpan  alat olahraga. Padahal, sekolahnya terbilang bagus,” kata Ketua  Departemen Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia  (FIB-UI) Fuad Gani, Rabu (27/4), di sela-sela acara Pelatihan Manajemen  Perpustakaan bagi Siswa dan Guru di Kampus UI Depok.&lt;br /&gt;Bahkan, dalam penelitiannya pada Desember 2003, terungkap sekitar 20  persen siswa menyatakan sekolahnya tidak mempunyai perpustakaan. Dengan  kata lain, dari 50 sekolah yang diteliti, delapan sekolah tidak memiliki  perpustakaan.&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kualitas perpustakaan sekolah sangat bergantung pada  komitmen kepala sekolah. Selama ini, kepala sekolah cenderung lebih  tergiur membangun fasilitas sekolah seperti lapangan, membuat sekolah  bertingkat, atau membeli pendingin ruangan, tetapi perpustakaan-terutama  koleksinya-sering luput.&lt;br /&gt;Fuad mengungkapkan, idealnya perpustakaan sekolah berisi buku  pendamping. Buku juga harus lebih spesifik, yakni yang dibutuhkan anak  untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar tetapi sulit diakses anak,  baik karena harga mahal atau terbatas. Sekolah tidak perlu ragu pula  untuk menarik minat anak datang ke perpustakaan dengan menyediakan buku  fiksi, komik, dan cerita rakyat yang bermuatan nilai positif.&lt;br /&gt;Di Amerika misalnya, variasi sumber buku di perpustakaan SD rasionya  sudah satu anak berbanding 40 judul buku. “Kalau di Indonesia masih jauh  untuk mencapai angka itu. Jika dapat mencapai rasio satu berbanding  lima saja sudah baik,” katanya.&lt;br /&gt;Perpustakaan juga tidak sebatas koleksi cetakan, tetapi dapat diperluas  medianya atau multimedia, seperti dilengkapi dengan audiovisual,  digital, dan online.&lt;br /&gt;“Perpustakaan sangat penting di tingkat SD. Pada masa itulah anak dapat  dibiasakan kreatif mencari berbagai sumber informasi. Apalagi  sekeluarnya dari lembaga pendidikan anak dihadapkan pada kenyataan di  masyarakat yang sangat komprehensif dan perlu dilihat dari berbagai  aspek,” kara Fuad. (INE)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://librarycorner.org/2007/03/29/perpustakaan-sekolah-harus-jadi-alternatif-sumber-ilmu/"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-566436808361670945?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/566436808361670945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/perpustakaan-sekolah-harus-jadi_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/566436808361670945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/566436808361670945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/perpustakaan-sekolah-harus-jadi_28.html' title='Perpustakaan Sekolah Harus Jadi Alternatif Sumber Ilmu'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-4126400969346722354</id><published>2010-07-28T10:26:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T10:28:16.024-07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Sekolah Harus Jadi Alternatif Sumber Ilmu</title><content type='html'>jakarta, Kompas - Keberadaan perpustakaan sekolah tidak sebatas tempat  penyimpanan buku paket pelajaran, tetapi justru harus mampu menyajikan  alternatif sumber ilmu yang dibutuhkan dan selama ini sulit diakses  siswa.&lt;br /&gt;Terlebih lagi ada kecenderungan pola pengajaran di SD pada umumnya  bersandar pada buku paket yang ditentukan sekolah. Ironisnya, sering  kali buku paket tersebut hanya dari satu penerbit dan dipilih  berdasarkan kedekatan pengelola sekolah dengan penerbit tertentu.  Kondisi ini tidak memicu keinginan siswa untuk mencari sumber bacaan  atau informasi di luar buku paket. Murid tidak mempunyai alternatif  pengetahuan lain.&lt;br /&gt;“Perpustakaan sekolah kerap tidak menjadi perhatian. Pernah saya melihat  perpustakaan disatukan dengan laboratorium fisika dan tempat penyimpan  alat olahraga. Padahal, sekolahnya terbilang bagus,” kata Ketua  Departemen Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia  (FIB-UI) Fuad Gani, Rabu (27/4), di sela-sela acara Pelatihan Manajemen  Perpustakaan bagi Siswa dan Guru di Kampus UI Depok.&lt;br /&gt;Bahkan, dalam penelitiannya pada Desember 2003, terungkap sekitar 20  persen siswa menyatakan sekolahnya tidak mempunyai perpustakaan. Dengan  kata lain, dari 50 sekolah yang diteliti, delapan sekolah tidak memiliki  perpustakaan.&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kualitas perpustakaan sekolah sangat bergantung pada  komitmen kepala sekolah. Selama ini, kepala sekolah cenderung lebih  tergiur membangun fasilitas sekolah seperti lapangan, membuat sekolah  bertingkat, atau membeli pendingin ruangan, tetapi perpustakaan-terutama  koleksinya-sering luput.&lt;br /&gt;Fuad mengungkapkan, idealnya perpustakaan sekolah berisi buku  pendamping. Buku juga harus lebih spesifik, yakni yang dibutuhkan anak  untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar tetapi sulit diakses anak,  baik karena harga mahal atau terbatas. Sekolah tidak perlu ragu pula  untuk menarik minat anak datang ke perpustakaan dengan menyediakan buku  fiksi, komik, dan cerita rakyat yang bermuatan nilai positif.&lt;br /&gt;Di Amerika misalnya, variasi sumber buku di perpustakaan SD rasionya  sudah satu anak berbanding 40 judul buku. “Kalau di Indonesia masih jauh  untuk mencapai angka itu. Jika dapat mencapai rasio satu berbanding  lima saja sudah baik,” katanya.&lt;br /&gt;Perpustakaan juga tidak sebatas koleksi cetakan, tetapi dapat diperluas  medianya atau multimedia, seperti dilengkapi dengan audiovisual,  digital, dan online.&lt;br /&gt;“Perpustakaan sangat penting di tingkat SD. Pada masa itulah anak dapat  dibiasakan kreatif mencari berbagai sumber informasi. Apalagi  sekeluarnya dari lembaga pendidikan anak dihadapkan pada kenyataan di  masyarakat yang sangat komprehensif dan perlu dilihat dari berbagai  aspek,” kara Fuad. (INE) &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://librarycorner.org/2007/03/29/perpustakaan-sekolah-harus-jadi-alternatif-sumber-ilmu/"&gt;Kompas&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-4126400969346722354?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/4126400969346722354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/perpustakaan-sekolah-harus-jadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/4126400969346722354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/4126400969346722354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/perpustakaan-sekolah-harus-jadi.html' title='Perpustakaan Sekolah Harus Jadi Alternatif Sumber Ilmu'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-5252102716377048662</id><published>2010-07-26T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T04:49:48.624-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN GRATIS, MAU UNTUNG ATAU BUNTUNG ?</title><content type='html'>&lt;!-- /navigation --&gt;    &lt;!-- content ................................. --&gt;&lt;a href="http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/05/14/pendidikan-gratis-mau-untung-atau-buntung/"&gt;&lt;/a&gt;    &lt;p class="info"&gt;        &lt;a href="http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/05/14/pendidikan-gratis-mau-untung-atau-buntung/"&gt;PENDIDIKAN   GRATIS, MAU UNTUNG ATAU BUNTUNG ?&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="info"&gt;&lt;em class="date"&gt;14 Mei 2008&lt;!-- at 6:58 am--&gt;&lt;/em&gt;      &lt;!--&lt;em class="author"&gt;ardansirodjuddin&lt;/em&gt;--&gt;           &lt;/p&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu  program Pemerintah Kota Semarang yang digagas oleh Bapak Sukawi Sutarip  adalah pendidikan gratis. Suatu program yang dapat dilihat dari dua  sisi, yaitu sisi positif dan sisi negatif. Seperti dua belah mata pisau,  bisa menguntungkan atau bahkan merugikan untuk dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-9"&gt;&lt;/span&gt;Dilihat dari sisi positif, program ini menjadi  penawar dahaga untuk kaum miskin yang kesulitan memenuhi biaya  pendidikan. Beban hidup yang semakin berat sedikit terkurangi oleh  program ini. Besarnya biaya pendidikan yang selama ini mereka keluarkan  baik itu Sumbangan Institusi Pendidikan (SPI), Sumbangan Pembangunan  Pendidikan (SPP) atau Uang Komite Sekolah tidak lagi menjadi beban  hidup. Semua ditanggung oleh Pemerintah Kota Semarang. ”Mengacu pada  Undang-Undang Dasar (UUD) 45 bahwa tugas pemerintah untuk  mensejahterakan rakyatnya”, demikian pendapat mereka.&lt;br /&gt;Di samping sisi positif, program sekolah gratis menuai pula sisi  negatif. Hal ini dikarenakan 5 alasan, yaitu :&lt;/div&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Program beasiswa belum menjamin terjadinya peningkatan mutu  pendidikan.&lt;br /&gt;Beasiswa yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk siswa  bertujuan sangat mulia yaitu membantu meringankan beban masyarakat. Akan  tetapi tujuan yang baik dari pemerintah ini tidak didukung oleh  masyarakat dan siswa itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang  mendapat beasiswa tidak lebih baik daripada siswa yang tidak mendapat  beasiswa bahkan sebaliknya. Sepanjang pengamatan penulis, dari segi  prestasi dan kedisiplinan, siswa yang mendapat beasiswa justru lebih  jelek dibanding yang tidak mendapat beasiswa. Topangan beasiswa tidak  mendorong mereka untuk lebih berprestasi. Hal ini disebabkan karena  perekrutan siswa untuk mendapat beasiswa lebih banyak didasarkan karena  mereka miskin (syarat mendapatkan beasiswa salah satunya adalah  mempunyai kartu miskin) bukan karena berprestasi. Harusnya prioritas  utama adalah miskin dan berprestasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pendidikan bukan prioritas utama&lt;br /&gt;Masyarakat masih memandang pendidikan sebagai paradigma sosial. Sehingga  cuma ada satu jalur yaitu bahwa pendidikan adalah hak bukan kewajiban.  Pandangan ini mengakibatkan prioritas utama masyarakat adalah memenuhi  kebutuhan lain selain pendidikan. Fenomena ini dapat dilihat ditengah  masyarakat. Mereka lebih memprioritaskan membeli kebutuhan sekunder  seperti televisi misalnya dibanding untuk membayar uang sekolah.  Tunggakan SPP berbulan-bulan tidak menjadi masalah dibanding tidak punya  baju yang bagus. Membeli pulsa HP menjadi suatu kebutuhan dibanding  untuk membayar buku sekolah. Kalau boleh dilogikakan, uang SPI yang  katanya mahal sebetulnya lebih murah dibanding harga HP dan pulsanya  tiap bulan. Katakan misal besarnya uang SPI Rp. 2.000.000, uang ini  digunakan untuk 36 bulan, jadi dalam satu bulan orang tua hanya dibebani  kurang lebih Rp. 55.000. Sementara untuk membeli HP dan pulsanya orang  tua akan akan mengeluarkan uang sebanyak Rp. 64.000. Sebagai contoh  harga HP Samsung SGH adalah Rp. 500.000, untuk 36 bulan, maka satu bulan  akan keluar uang Rp. 14.000 ditambah harga pulsa Rp. 50.000 tiap bulan  sehingga total uang keluar Rp. 64.000. Jadi uang untuk pemakaian HP  dalam satu bulan lebih mahal Rp. 9.000 dibanding uang SPI. Sepanjang  pengamatan penulis, banyak siswa yang mendapat beasiswa justru mempunyai  HP yang cukup canggih dengan pemakaian pulsa yang cukup tinggi tiap  bulannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesejahteraan guru dan karyawan akan menurun.&lt;br /&gt;Di lingkungan sekolah ada tiga jenis pegawai, yaitu PNS, Tenaga Kontrak  dan Pegawai Tidak Tetap. Gaji PNS dan tenaga kontrak dibayar oleh  pemerintah sementara gaji Pegawai Tidak Tetap dibayar dari uang komite  sekolah. Pembebasan uang sekolah akan menyebabkan komite sekolah tidak  mempunyai uang untuk membayar gaji PTT dan GTT. Padahal banyak sekolah  negeri yang mempunyai PTT dan GTT cukup banyak. Sehingga muncul  pertanyaan darimana uang untuk membayar gaji mereka. Kalau misalnya  nanti gaji mereka ditanggung oleh pemerintah, apakah sudah ada alokasi  dana ke arah itu. Biasanya persetujuan alokasi dana membutuhkan  birokrasi yang cukup panjang sementara tuntutan membayar gaji tidak bisa  menunggu pengetokan palu persetujuan. Hal ini perlu dipikirkan karena  ini menyangkut nasib GTT dan PTT. Jangan kebijakan hanya menguntungkan  satu pihak dan merugikan pihak lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biayanya operasional sekolah akan terganggu.&lt;br /&gt;Kelancaran Kegiatan belajar mengajar di sekolah banyak ditopang oleh  operasional biaya yang lancar. Selama ini operasional sekolah untuk  mendukung KBM lebih banyak diperoleh dari orang tua. Sehingga ketika  sekolah digratiskan apakah sekolah tidak kalang kabut untuk menutup  biaya operasional sekolah ? Yang kemudian akan mengganggu kegiatan  belajar mengajar ? Yang justru akan menurunkan mutu pendidikan ?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekolah gratis tidak membuat masyarakat dewasa&lt;br /&gt;Ketika pemerintah meluncurkan program Bantuan Tunai Langsung (BTL), yang  terjadi bukan membantu masyarakat justru sebaliknya mengakibatkan  masyarakat sangat tergantung dengan bantuan itu. Mereka tidak berusaha  sendiri memenuhi kebutuhan hidupnya malah justru menunggu bantuan cair.  Padahal menurut pepatah, akan lebih baik memberi kail dan umpannya  daripada memberi mereka ikan.&lt;br /&gt;Program sekolah gratis akan menyebabkan masyarakat tidak merasa memiliki  tanggung jawab terhadap  kelangsungan belajar anaknya di sekolah karena  mereka tidak mempunyai kewajiban untuk membayar uang sekolah. Ini  justru akan kontra produktif untuk kemajuan pendidikan.&lt;br /&gt;Dari pemaparan di atas, program sekolah gratis menurut hemat penulis  lebih banyak sisi negatifnya dibanding sisi positifnya. Alangkah lebih  baik jika program yang dilaksanakan adalah memberi beasiswa yang  bertanggung jawab. Artinya beasiswa itu sebagai hutang yang harus  dilunasi ketika mereka sudah bekerja, jadi ada pertanggungjawaban. Ini  sekedar wacana. Terima kasih. &lt;a href="http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/05/14/pendidikan-gratis-mau-untung-atau-buntung/"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-5252102716377048662?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/5252102716377048662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/pendidikan-gratis-mau-untung-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/5252102716377048662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/5252102716377048662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/07/pendidikan-gratis-mau-untung-atau.html' title='PENDIDIKAN GRATIS, MAU UNTUNG ATAU BUNTUNG ?'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3707345760178814381.post-505084744139582106</id><published>2010-06-03T23:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T00:01:50.535-07:00</updated><title type='text'>tentang saya</title><content type='html'>saya akan memulai tulisan ini dengan perkenala dari saya..sebelum saya menulis izin kan saya meneteskan tinta-tinta hitam ini ke web yang sederhana dan gratis ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="dataTable mtm profileInfoTable"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="data"&gt;&lt;span&gt;SAYA ADALAH SEORANG ANAK LAKI-LAKI MUDA  BERUMUR 22 TAHUN YANG SEDANG TUMBUH DEWASA, WALAU LAHIR DESA NAMO MBELIN  SEBUAH KAMPUNG KECIL NAMUN JIWA DAN RAGA INI BERADA DI SEKITAR  KAMPUNG..HEHEHEHEH,,&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;,I LOVE  IT..!!&lt;br /&gt;BAHKAN 9 TAHUN SAYA DIMEDAN..SAYA TAK MELUPAKAN RITUAL  PULKAM..MAKLUM JARAKNYA BISA DITEMPUH DENGAN CEPAT TAPI TENTUNYA JIKA  MAU..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA BERMINAT KEPADA KAJIAN-KAJIAN STARTEGIS  MASYARAKAT TENTANG PERUBAHAN..SAYA TAK INGIN DIAM MELIHAT BEGITU  SAJA..SAYA INGIN BERKARYA..BERKARYA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAN&lt;br /&gt;&lt;span&gt;SAYA SAAT INI  SEDANG KULIAH DI UNIMED YACH..BEGITULAH..CUM&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;AN JADI GURU..NAMUN BEGITUPUN SAYA TAK  MENYESAL JADI GURU SEBAB GURU ADALAH PANGGILAN..MUNGKIN SAJA KELAK SUATU  SAAT GURU AKAN SEMAKIN DIPERHATIKAN ..!! AMIN !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAYA YANG  SEDANG BERPIKIR TENTANG PERUBAHAN , KHUSUSNYA LANGKAT..SEMUANYA YANG  SAYA PIKIRKAN ADALAH MIMPI..SEBAB SAYA MENGIKUTI KATA-KATA SEORANG  FILOSOF MODREN YANG MAAF SAYA LUPA NAMANYANYA..BELIAU KATAKAN PERBEDAAN  MIMPI DENGAN KHAYALAN ADALAH SANG PEMIMPI MENGEJAR DAN MELAKUKAN  SEDANGKAN PENGKHAYAL TIDAK SAMA SEKALI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MARI BERSAMA-SAMA  MENUJU INDONESIA YANG SOPAN DAN SANTUN DENGAN BERMIMPI"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YA  UDAH SAMPAI SINI AJA ..TAKUT BANYAK CAKAP BANYAK FITNAH..(^_^)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKARANG  TERSERAH KEPADA ANDA..MAU BERMIMPI ATAU TETAP SEPERTI INI.!!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3707345760178814381-505084744139582106?l=andresmginting.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://andresmginting.blogspot.com/feeds/505084744139582106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/06/tentang-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/505084744139582106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3707345760178814381/posts/default/505084744139582106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://andresmginting.blogspot.com/2010/06/tentang-saya.html' title='tentang saya'/><author><name>SAYA MEREPET</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06470220313290773855</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='14' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-_iRUf--gTnI/TY_E_tczJNI/AAAAAAAAAFA/oVCM3BNK44U/s220/198488_172606072788343_100001168542420_369773_8164950_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
